Dandim 0429/Lamtim Siap Jalankan Arahan Pangdam II/Sriwijaya

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI. Irwan
Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI. Irwan

WARTALIKA.id – Komandan Kodim 0429/Lamtim Letkol Kav. Muhammad Darwis didampingi Kasdim dan Perwira Staf mengikuti Rapat melalui Video Conference (Vidcon) dipimpin langsung oleh Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan bertempat di ruang Kartika Vicon.  Rabu (1/7/2020).

Rapat yang digelar dalam rangka membahas kesiapan Penanganan Covid-19, Penanggulangan Karhutla, Kesiapan Pengamanan Pilkada Serentak tahun 2020 dan Protap Tradisi Penerimaan Prajurit Baru.

Kegiatan rapat di awali dengan paparan masing-masing Danrem sejajaran Kodam II/Sriwijaya di mulai dari Korem 041/Garuda Mas sampai dengan Korem 045/Garuda Jaya tentang Penanganan Covid-19, Penanggulangan Karhutla dan Pengamanan Pilkada Serentak serta paparan para Danyon tentang Protap Tradisi Penerimaan Prajurit Baru.

Sementara Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI. Irwan dalam arahanya menyampaikan bahwa, dalam penanganan Covid-19 khusus di Zona Merah agar dilaksanakan dengan Strategi Khusus (Tidak Linier atau Datar saja), sedangkan wilayah yang sudah memasuki New Normal harus memiliki panduan dan dilaksanakan tahapan prakondisi.

“Dalam pengendalian pandemik supaya dilaksanakan secara terpadu dengan semua stakeholder, optimalkan kegiatan tracing dan tracking pasien covid-19 guna menekan penyebaran virus covid-19. Jangan anggap remeh serta menyepelehkan penegakan disiplin protokol kesehatan,” ucap Pangdam II/Sriwijaya.

Selanjutnya terkait penanganan Karhutla, kata dia agar lebih efektif dan efisien seperti melaksanakan patroli sosialisasi dengan membangun kesadaran masyarakat tidak membuka lahan dengan dibakar.

Pangdam II/Sriwijaya meminta peran masyarakat agar lebih ditingkatkan dengan membentuk Desa Peduli Api dan Regu Pemadam Karhutla tingkat Desa serta kembangkan sistem peringatan dini dan deteksi dini.

Terkait pilkada serentak Pria berpangkat Bintang dua tersebut berpesan, Jaga Netralitas TNI bertugaslah secara Profesionalisme jaga soliditas persatuan dan keutuhan NKRI serta tidak terpengaruhi oleh Politik Praktis.

“Setiap prajurit TNI AD dilarang mengantar dan menjemput kontestan pemilu serta dilarang memobilisasi massa, seluruh apintel dan apter agar mengantisipasi permasalahan politik yang dimungkinkan dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mengganggu stabilitas keamanan wilayah Kodam II/Swj,” ungkap Pangdam.

Diakhir arahanya Pangdam II/Sriwijaya memberikan penekanan terkait Protap tradisi penerimaan Prajurit baru di Satuan diantaranya, dilarang keras memberikan tindakan atau hukuman dimalam hari, sebelum melaksanakan tradisi harus dirikkes (pemeriksaan kesehatan), tidak ada tindakan atau hukuman berupa pukulan/kontak fisik dan harus seizin Perwira yang bertanggung jawab.

“Perkumpulan leting hanya untuk kegiatan sosial dan utamakan faktor keamanan personil dan materil selama pelaksanaan kegiatan,” pungkas Mayjen TNI. Irwan.

  • Whatsapp

Pos terkait