Lima Anggota KSB Lanny Jaya Serahkan Diri, Kembali ke NKRI

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Lima anggota kelompok separatis bersenjata (KSB) atau yang disebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyerahkan diri kepada TNI. Mereka menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penyerahan diri kelima anggota KSB tersebut bertempat di Distrik Bruwa, Kabupaten Lanny Jaya, Papua.

Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III, Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa membenarkan adanya 5 anggota KSB kelompok militan POW menyerahkan diri kepada TNI di Kampung Wake, Distrik Bruwa pada Sabtu (18 /7) kemarin.

Bermula saat Tim Kompi Bangau Satgas Pamtas mobile YPR 305 /Tengkorak dipimpin Letda Inf Reza CP bersama Sertu Rudyan melaksanakan patroli kampung ke Kp.Wame Distrik Bruwa.

Saat melaksanakan ambush anggota Tim Satgas melihat 5 orang tidak dikenal yang mencurigakan saat berada di sekitaran Kampung Wame Distrik Bruwa.

“Atas temuan mencurigakan tersebut tim pengamanan langsung melaporkan kepada Danki Satgas Kpt Inf Jimson Siahaan, dan laporannya diteruskan ke Dansatgas YPR 305/TKR Mayor Inf Fajar Akhirudin dan Pasi Intel Satgas Lettu Inf Refan,” kata Nyoman dalam keterangannya, Kamis (23/7/2020).

Kemudian informasi ini didalami oleh Dansatgas Pamtas Mobile YPR 305/TKR apakah mereka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Letda Inf Reza CP lalu mendatangi Honai kepala Kampung Wame Eli Wenda untuk memastikan identitas kelima orang tersebut.

Berdasarkan keterangan Kepala Kampung Wame membenarkan bahwa kelima orang tersebut merupakan anggota KSB pok Militan POW dan masuk DPO.

Selanjutnya kepala kampung dan tokoh masyarakat setempat didampingi Satgas mendatangi lima orang yang dicurigai.

Pada saat pertemuan dengan kelima militan KSB itu, Kepala kampung bersama Satgas meminta mereka menyerahkan diri kepada Satgas Pamtas Mobile 305/TKR dan kembali kepangkuan NKRI berjanji tidak akan kembali ikut kelompok KSB.

Jika mereka kembali ke NKRI dipastikan tidak akan terus dicari oleh Satgas Pamtas Mobile YPR 305/TKR dan mereka juga akan diterima oleh masyarakat di kampungnya masing-masing. Kelima orang DPO tersebut pun menyetujui untuk bergabung kembali ke NKRI.

Kelima militan KSB yang masuk ke NKRI pertama, Vandem Wonda, dirinya mengakui pernah dibekali 1 pucuk pistol bertugas untuk memeras dan merampas bahan makanan serta uang masyarakat. Selain itu juga pernah terlibat kontak senjata dengan TNI di Popome. Barang bukti senjata api saat ini sudah dibawa POW.

Kedua, Dekiron Tabuni, juga telah membantu Duklog Pok POW dan memegang 1 buah HT yang digunakan untuk berkomunikasi dengan Pok POW (HT sudah diserahkan kepada Titik Balingga sebagai barang bukti).

Ketiga, Ibetius Tabuni pernah terlibat kontak tembak dengan TNI di Popome dan menyiapkan akomodasi dan logistik POW dan GM apabila mereka berada di Kampung Balingga.

Sedangkan keempat dan kelima adalah Terkis Tabuni atau Yuborak Telenggan dan Delis, dua Tabuni ini mengaku pernah terlibat dalam penyerangan Polsek Pirime.

Kelima anggota KSB tersebut menginginkan hidup normal bersama keluarga seperti layaknya masyarakat biasa.

Saat prosesi penyerahan diri ke NKRI, ke 5 orang KSB ini membawa barang bukti berupa 1 buah HT Werwei dan 2 butir MU 12,7 mm yang pernah didapat pada saat masih gabung OPM. Kelimanya mengakui saat gabung di TPN OPM karena diancam oleh POW dan dijanjikan akan diberikan uang.

Penyerahan diri kelima anggota KKSB itu ditandai dengan pengucapan ikrar untuk kembali dan setia kepada NKRI. Pengucapan ikrar dilakukan di depan anggota satgas dan warga Distrik Balingga.

Selain itu, Titik Kuat Balingga Satgas Pamtas mobile YPR 305 /Tengkorak akan terus melaksanakan patroli dan mengajak tokoh-tokoh OPM lainnya untuk turun dari persembunyiannya dengan membawa persenjataan guna kembali setia kepada NKRI.

Lebih lanjut menurut Kolonel Czi Gusti Nyoman, dengan hadirnya Satgas Pamtas Mobile YPR 305/TKR di Distrik Balingga, kini masyarakat Balingga tidak pernah lagi ada gangguan dan pemerasan oleh anggota OPM.

“Penyerahan diri kelima anggota TPN OPM tersebut adalah hasil dari kegiatan Patroli kampung dan ambush yang rutin dilakukan oleh Titik Kuat Balingga Satgas Pamtas mobile YPR 305 /Tengkorak,” jelas Nyoman.

  • Whatsapp

Pos terkait