Video Viral Ayah Cabuli Anak Tiri, Komnas PA: Ini Kejahatan Kemanusiaan

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengecam video mesum yang beredar viral di kalangan masyarakat Ponorogo, Jawa Timur.

Video porno itu menjadi perhatian publik karena menunjukkan adegan mesum antara seorang pria dewasa dan seorang bocah dibawah umur.

Bacaan Lainnya

Ironisnya pelaku yang berhubungan intim di video itu ternyata berstatus ayah tiri dan dilakukan secara diam-diam selama 8 bulan.

Sang ayah telah mencabuli anak tirinya yang berusia 12 tahun tersebut berkali-kali, dan selain mencabuli anaknya, sang ayah tiri juga merekam video panas sendiri.

Demi kepentingan terbaik dan keadilan hukum bagi korban, Komisi PA sebagai lembaga independen perlindungan anak Indonesia akan melakukan pembelaan terhadap korban.

Komnas PA akan mendorong Polres Ponorogo untuk menerapkan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penerapan Perpu No. 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor: 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, junto UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Pelaku dapat diancam hukuman minimal 10 tahun dan tambahan dengan hukuman 20 tahun. Bahkan dapat ditambahan hukuman berupa kebiri lewat suntik kimia,” ujar Arist saat dikomfirmasi di Jakarta, Minggu (22/8/2020).

Menurutnya, perbuatan biadab pelaku terhadap anak tirinya ini merupakan kejahatan kemanusiaan dan dikategorikan kejahatan yang sangat luar biasa. Apalagi pelaku sudah melakukannya berulang kali dan ini merupakan perbudakan seks.

Selain itu, pelaku diketahui saat melakukan aksi bejatnya merekam dan diviralkan videonya. Ini merendahkan martabat kemanusiaan, dengan demikian tidaklah ada kata damai dan toleransi atas peristiwa bejat pelaku.

“Pelaku harus diganjar dengan hukuman yang setimpal dengan kejahatan kemanusiaan yang dilakukannya,” tegas Arist.

Disisi lain, Komnas PA juga menghimbau kepada orangtua dan keluarga harus sungguh-sungguh memberikan extra perhatian kepada anak terutama pada masa pandemi Covid-19 ini. Anak-anak harus terhindar dari kejahatan seksual.

“Jangan menyerahkan pengasuhan anak begitu saja kepada orang yang tidak kita kenal secara baik. Jangan juga meninggalkan anak kita di rumah tanpa pengawasan yang ketat, ” pesan Arist.

Sebelumnya diberitakan, Polres Ponorogo berhasil menangkap seorang pria berinisial M (29) warga Kecamatan Sawoo yang diketahui telah mencabuli anak tirinya yang berusia 12 tahun selama 8 bulan.

“Terungkap kasus itu setelah beredar video cabul yang viral diperankan seorang pria dan anak perempuan di bawah umur, ” ujar Kasat Reskrim Polres Ponorogo Hendi Septiadi, Rabu 19 Agustus 2020.

Mengetahui adanya video viral di media sosial tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan, ternyata pria yang berperan dalam video cabul yang viral dalam sepekan itu merupakan ayah tiri korban.

“Diketahui pelaku saat mencabuli anak tirinya, korban terlebih dulu diajak nonton video porno. Setelah korban merasa terangsang kemudian pelaku membujuknya hingga akhirnya korban dicabuli dan perbuatan itu dilakukan di rumahnya, ” kata Hendy.

Perbuatan bejat pelaku kepada korban berlangsung setelah pelaku menikahi ibu kandung korban pada akhir tahun 2019 dan diduga mulai mencabuli anak tirinya itu sejak Januari 2020.

“Atas perbuatannya pelaku saat ini sudah ditahan di sel tahanan Polres Ponorogo,” jelasnya.

 

Pos terkait