Ini Daftar 14 Pos Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak di Jakbar

  • Whatsapp
Ketua Koordinatoriat PWI Jakbar Kornelius Naibaho

WARTALIKA.id – Guna mempercepat penyelesaian terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak, kini diwilayah Jakarta Barat telah terbentuk 14 pos pengaduan.

“Keberadaan pos pengaduan ini agar bisa mempercepat penyelesaian kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jakarta Barat,” ujar Kasudis Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian (PPAPP) Jakarta Barat, Unas Affandi, Kamis (10/9).

Baca Juga :

Ia menjelaskan, bahwa pembentukan pos tersebut sebagai percontohan satu Kecamatan ada satu pos sahabat perempuan dan anak.

Laporan yang bisa diadukan masyarakat antara lain kasus kekerasan fisik, seperti pemukulan dan psikis (bullying, seksologi) dan sebagainya.

“Nantinya laporan akan ditindaklanjuti ke pihak kepolisian, baik di Polres, Polsek atau bisa langsung ke rumah sakit apabila terjadi tindak kekerasan yang menimbulkan luka,” kata Unas.

Inilah titik lokasi delapan pos pengaduan sahabat perempuan dan anak di Jakarta Barat diantaranya RPTRA Intiland Teduh Kelurahan Cengkareng Barat Kecamatan Cengkareng, RPTRA Kalideres Kecamatan Kalideres, RPTRA Menara Meruya Selatan Kecamatan Kembangan,

Kemudian RPTRA Pandawa Kedoya Selatan Kecamatan Kebon Jeruk, RPTRA Manggis Kelurahan Kemanggisan Kecamatan Palmerah, RPTRA Rambutan Tanjung Duren Utara Kecamatan Gropet, RPTRA Krendang Kecamatan Tambora dan RPTRA Maphar Kecamatan Tamansari.

Unas mengatakan, apabila di lapangan terjadi kasus kekerasan anak maka masyarakat Jakarta Barat bisa melaporkan ke delapan pos sahabat perempuan dan anak yang ada di delapan RPTRA.

Selain itu juga ada enam titik pos pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak yaitu di RPTRA Duri Kosambi, RPTRA Jati Pulo, RPTRA Kembangan Utara RW 01, RPTRA Utama Cengkareng Barat dan RPTRA Kelurahan Kamal.

“Jadi, untuk Jakarta Barat telah dibentuk 14 pos untuk menangani masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Semuanya ada di RPTRA,” jelasnya.

Menurut Unas, tiap pos sahabat perempuan dan anak ada tiga orang yang bertugas dari pengelola RPTRA. Sedangkan di enam pos pengaduan masing-masing ada dua petugas, yakni psikolog dan paralegal.

“Masyarakat bisa melaporkan kasus kekerasan ke pos sahabat perempuan dan anak jika terjadi kasus di sekitarnya.
Pangaduan akan dicatat petugas dan ditindaklanjuti kerjasama dengan pos pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Bisa juga ke pengaduan melalui hotline 112,” tambahnya.

Pos terkait