Komnas PA: Penindakan Anak Silver ke Panti Sosial Tidak Selesaikan Masalah

  • Whatsapp
Ketua Koordinatoriat PWI Jakbar Kornelius Naibaho

WARTALIKA.id -Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menilai langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menindak keberadaan anak-anak yang jadi manusia silver dan pengamen ondel-ondel ke panti sosial dianggap tidak menyelesaikan masalah. Kerena mereka adalah korban praktek eksploitasi anak dan ekonomi.

Menurut Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan langkah Satpol PP dan Dinas Sosial DKI mengirim anak ke panti sosial untuk dibina justru tidak menyelesaikan masalah.

Baca Juga :

“Pendekatan razia dan krimimalisasi dan mengirim ke panti-pasti sosial tidak tepat dan tidak menyelesaikan masalah, bahkan melanggar hak asasi manusia,” ujar Arist dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (11/9/2020) malam.

Dari hasil penelusuran Tim Komnas PA, anak yang jadi manusia silver dan pengamen ondel-ondel diperalat oleh orang dewasa. Mereka berkeliling di jalan-jalan hingga permukiman warga untuk mencari uang, kemudian uang tersebut disetorkan.

“Pendekatan lewat razia dan kriminalisasi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan mengerahkan Satpol PP harusnya diberlakukan kepada si pengeksploitasi, bukan kepada korban,” jelasnya.

Untuk itu, Arist menyesalkan sikap Pemprov DKI Jakarta yang terus ‘menangkap’ manusia silver dan pengamen ondel-ondel anak lalu mengirim ke panti-panti sosial

Dia menambahkan, langkah tersebut tidak menyelesaikan masalah karena akar pelaku sebenarnya orang dewasa, bukan anak yang dieksploitasi.

“Harusnya pelaku atau si pemberi kerja yang ditangkap dan dikenakan saksi pidana. Karena ini bentuk eksploitasi, sesuai yang diatur UU nomor 35 tahun 2014 tenang Perlindungan Anak,” tegas Arist.

Berdasarkan dar hasil penelusuran Komnas PA, anak yang dijadikan manusia silver dan pengamen ondel-ondel sudah putus sekolah. Pasalnya, mereka didatangkan dari berbagai daerah ke Jakarta lalu disediakan tempat tinggal sementara hingga cat silver dan perlengkapan ondel-ondel untuk ngamen.

“Dari penelusuran Tim Advokasi dan Litigasi Komnas Anak diperoleh informasi, ratusan bahkan ribuan anak dieksploitasi secara sistimatis dan terorganisir,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Arist menyebut, masalah anak yang jadi manusia silver dan pengamen ondel-ondel tidak bisa dianggap sepele serta harus segera diselesaikan.

Terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir jumlah anak yang jadi manusia silver dan pengamen ondel-ondel makin marak ditemukan.

“Komnas PA mendesak Dinas Sosial dan Satpol PP di masing-masing daerah untuk segera mencari pengeksploitasi. Jangan justru anak yang dikriminalisasi,” pungkasnya.

 

Pos terkait