Komnas PA: Oknum Polisi yang Diduga Cabuli Gadis ABG Patut Dipecat

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengecam aksi tindak pencabulan oleh terduga oknum Polantas berpangkat Brigadir inisial DY di Pontianak, Kalimantan Barat, terhadap gadis berusia 15 tahun yang melanggar lalu lintas, pada Selasa 15 September 2020.

Atas peristiwa memalukan itu, Arist secara tegas meminta oknum DY patut dipecat dari tugas dan kesatuannya serta terancam pidana 15 tahun penjara.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada kata damai atas peristiwa ini. Kejahatan seksual yang dilakukan DY terhadap anak gadis ini merupakan kejahatan luar biasa dan merendahkan martabat anak,” ujar Arist dalam keterangan persnya di kantornya Jakarta, Minggu (21/9/2020).

Arist mengatakan, seharusnya DY selaku penegak hukum melindungi anak bukan justru merusak masa depannya.

“Perbuatan DY jelas-jelas merendahkan martabat anak, oleh karena itu Komnas PA sebagai institusi independen dibidang perlindungan anak di Indonesia meminta bapak Kapolda Kalimantan Barat memberikan atensi atas peristiwa yang telah mencoret kerja keras Polantas dalam menegakkan disiplin dilapangan,” jelas Arist.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tim Advokasi dan Ligigasi Komnas Perlindungan Anak di Pontianak, perbuatan yang senonoh itu berawal saat korban bersama 2 temannya mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Sultan Hamid dekat Simpang Garuda, Kota Pontianak tanpa menggunakan helm ganda. Korban bersama kedua temannya lalu dihentikan oleh DY.

Ketika akan ditilang, keduanya menolak. Kemudian DY mengajak korban pergi, sedangkan temannya disuruh pulang.

DY kemudian pergi bersama korban dan menuju ke arah hotel dan selanjutnya memesan kamar. Diduga DY menyetubuhi korban dengan paksa di kamar itu.

Setelah melakukan perbuatan asusila tersebut, DY pergi dan meninggalkan korban sendirian di kamar hotel.

Korban ditemukan oleh rekannya

Selanjutnya, korban bersama kedua orangtuanya melaporkan DY ke SPKT Polresta Pontianak Kota.

Atas laporan tersebut, DY kini diamankan Propam Polresta Pontianak.

Komnas Perlindungan Anak memberikan apresiasi atas kerja cepat Polresta Pontianak merespon atas laporan keluarga korban.

“Saya sangat percaya atas kerja keras dan atensi Kapolresta Pontianak Kombes Pol. Komaruddin atas peristiwa itu,” jelasnya.

Atas peristiwa ini, Tim Advokasi dan Litigasi Komnas Perlindungan Anak segera berkordinasi dengan Unit PPA Polresta Pontianak dan LPA Kalbar beserta P2ATP2A Pontianak dan pegiat Perlindungan Anak Kalbar untuk mengawal kasus ini dan membentuk Tim pemulihan dan rehabilitasi sosial korban.

Pos terkait