Komnas PA Kecam Aksi Bejat Ayah Setubuhi Anak Kandung di Banyuwangi

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengecam aksi bejat seorang ayah berinisial DS (46) di Banyuwangi yang tega mencabuli anak kandungnya sendiri.

Ironisnya, korban disetubuhi sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) kurun waktu selama 4 tahun.

Bacaan Lainnya

Menurut Arist, berdasarkan keterangan dibeberapa media dari kepolisian sang ayah saat melancarkan aksi bejatnya kerap mengancam korban tidak akan membiayai sekolah. Tak hanya itu, korban juga di ajak menonton video porno dan di ancam dengan sajam jenis parang.

“Kami meminta Polres Bayuwangi menjerat tersangka di jerat UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU junto pasal 64 KUHP,” ujar Aris dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Sehingga kata Aris, tersangka oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU,) di hukum minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun pidana penjara.

Terbongkarnya perbuatan cabul ini, setelah korban melaporkan kepada ibunya kandungnya atau mantan istri tersangka DS pada bulan Agustus 2020.

Atas kejadian yang memalukan ini, ibu korban langsung melaporkannya Polresta Banyuwangi hingga tersangka berhasil diamankan.

Kepada polisi, DS mengakui perbuatannya karena kesepian. Sejak bercerai dengan mantan istrinya, tidak pernah menikah lagi sampai saat ini.

Arist mengatakan, seharusnya tersangka sebagai ayah kandung korban seyogyanya memberikan perlindungan bagi putrinya. Jangan malah menjadi predator kejahatan seksual. Konsekuensinya tersangka DS dapat diancam dengan hukuman tambahan sepertiga hukuman pokok menjadi seumur hidup.

“Untuk mengawal proses hukum atas kasus ini kami akan memberikan dampingan dan pemulihan psikologis korban,” tegasnya.

Komnas Perlindungan Anak meminta Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banyuwangi dan pekerja sosial dan pegiat perlindungan anak di Banyuwangi untuk mengawal kasus ini dan membentuk Tim Pemulihan dan Rehabilitasi Sosial Korban.

 

Pos terkait