Pengerjaan Drainase Dusun III Desa Jojog Diduga Asal Jadi

  • Whatsapp
Pengerjaan Drainase Dusun III Desa Jojog Diduga Asal Jadi
Foto : Pembangunan drainase yang diduga asal jadi, [insert] Sumari Kades Jojog.
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Anggota Direktorat Litbang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dicky Ade Alfarisi mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam mencegah korupsi Dana Desa. Caranya, masyarakat terlibat mulai dari perencanaan hingga realisasi penggunaan Dana Desa. Hal itu dikatakannya belum lama ini saat menjadi narasumber Pelatihan Jurnalis Lawa Korupsi di Novotel Solo, Sabtu (24/8) lalu.

Pelaksanaan pembangunan yang di anggarkan pemerintah Pusat melalui alokasi Dana Desa (DD) tahun 2019 di Desa Jojog Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur diduga kuat asal jadi dan tak mengindahkan aturan-aturan yang sudah di terapkan pemerintah, serta peraturan yang mengikat,yang di uraikan sedemikian rupa, terperinci dan gampang dipahami.

Bacaan Lainnya

Pasalnya diduga pada saat berlangsungnya pengerjaan bangunan drainase di Dusun III Desa Jojog Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lamtim, Senin (9/9/2019) saat WARTALIKA.id menjalankan tupoksi kontrol sosial di lapangan sangat disayangkan pada pengerjaan bangunan drainase yang  hanya menggunakan batu satu lapis. Dan lebih parah lagi tanah dari hasil penggalian di urugan kembali pada pemasangan batu yang cuma satu lapis dan sangat aneh bukan nya adukan pasir dan semen yang dipakai sebagai penguat pasangan batu.

Dugaan itu berdasarkan temuan bukti dan fakta yang dihimpun WARTALIKA.id di lapangan mengenai pengerjaan bangunan drainase di dusun III Desa Jojog.

“Saya akan bertanggung  jawab atas segala pembangunan yang sedang berlangsung di Desa Jojog, alokasi yang di anggarkan dari Dana Desa (DD) tahun 2019,” hal ini di sampaikan Sumari Kepala Desa Jojog saat dikonfirmasi WARTALIKA.id melalui pesan tertulisnya. Sabtu (21/9/2019).

Dijelaskannya, ini akan saya sampaikan juga pada Nurohim selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan juga Toyo selaku Badan Permusyawatan Desa (BPD) dan juga kepala tukang. “Dialah yang menghitung segala bentuk keperluan  material untuk pengerjaan bangunan alokasi Dana Desa (DD) 2019 di desa Jojog”.

Lebih lanjut Sumari mengatakan, Toyo ini juga sebagai kepala tukang dan yang menghitung serta mengurus material juga harus bertanggung jawab dengan adanya temuan ini.

“Dan Toyo ini kalau saya telepon gak pernah diangkat, dia ini sama sekali tak menghormati saya sebagai kepala desa. Tanpa tanda tangan saya tak akan bisa cair itu anggarannya,” ucap Sumari dengan nada kesal.

Sementara Nurohim selaku TPK saat di temui di kediaman untuk di konfirmasi selalu tak ada di tempat kediamannya dan saat dihubungi melalui telepon selulernya hanya menjawab, “Silakan temui kepala desa saja,” kata Nurohim.

Sementara hingga berita ini ditayangkan diduga terjadi carut marut administrasi di kepemerintahan Desa Jojog dan di harapkan pemerintah kabupaten beserta instansi terkait dapat menindaklanjuti atas dugaan penyelewengan yang terjadi di Desa Jojog Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur.

Pewarta : Asril

Pos terkait