Bupati Pegunungan Bintang Larang Penambang Masuk ke Kampung Kawe

  • Whatsapp
Bupati Pegunungan Bintang
HARI LAHIR PANCASILA

WARTALIKA.id – H. Syahib, Kepala Dinas Kesehatan Boven Digoel memimpin rapat koordinasi Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Boven Digoel dengan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Kami Pemerintah Daerah Kabupaten Boven Digoel sesuai rencana kegiatan Tim Gugus Tugas Covid-19 akan melaksanakan penanganan di Kampung Kawe, akan tetapi berkoordinasi terlebih dahulu dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Penggunungan Bintang yang mana diketahui Kampung Kawe adalah wilayah Kabupaten Penggunungan Bintang, sehingga diperlukan kerja sama yang baik dalam penanganan Covid-19,” ucap Syahib.

Bacaan Lainnya

Idul Fitri 1441 H

Dikatakan, saat ini kasus positif Covid-19 di Boven Digoel adalah 8 orang dan 1 orang sembuh, itu semua rekam jejaknya adalah berasal dari Kampung Kawe, tidak menutup kemungkinan orang-orang tersebut pernah kontak dengan masyarakat sehingga kita melakukan koordinasi soal penanganan di Kampung Kawe.

“Kami selaku Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Boven Digoel tidak bisa menyebut bahwa Kampung Kawe adalah daerah terjangkit Covid-19, untuk itu kita harus bersama-sama kesana untuk membuktikan kepada masyarakat dengan melaksanakan rapid test dan PCR,” pintanya.

Dr. Yuki selaku Ketua Pokja Kesehatan Boven Digoel menyampaikan, kita ketahui bersama awal pasien positif di Kabupaten Boven Digoel adalah penumpang pesawat Lion Air pada tanggal 24 Maret 2020 yang di dalam pesawat terdapat 2 orang positif Covid-19 dan diketahui pasien tersebut berangkat ke Kawe bersama suaminya, sehingga orang-orang yang kontak erat dengan pasien tersebut kami periksa sesuai alat rapid test maupun PCR dan terdapat 8 orang pasien positif.

“Diketahui ke 8 orang pasien tersebut saat ini sudah di RSUD Merauke, semuanya tidak ada gejala maka disebut orang tanpa gejala OTG. Disimpulkan bahwa virus tersebut bemutasi 3 yaitu ganas, mudah menyebar dan tidak ganas, sehingga kami menyarankan agar dilakukan penanganan yang serius di daerah Kawe,” imbuhnya.

Sementara Jeremias Tapyor Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penggunungan Bintang mewakili Bupati Pegunungan Bintang menjelaskan dari Dinas Kesehatan Pegunungan Bintang mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Boven Digoel yang telah membuka ruang untuk berdiskusi dalam penanganan Covid-19 di Kampung Kawe yang adalah bagian dari daerah Kabupaten Pegununungan Bintang.

“Pemerintah Kabupaten Penggunungan Bintang sangat mewanti-wanti dengan Covid-19 yang datang dari Jayapura, sehingga kami mengambil langkah untuk melakukan Lock Down. Dengan adanya rapat ini kami berharap dalam penanganan Covid-19 di Kampung Kawe perlu dihadirkan kabupaten lain seperti Kabupaten Asmat, Kabupaten Mappi dan Kabupaten Yahukimo supaya proses penanganannya dapat dilaksanakan secara bersama-sama,” ungkapnya.

Lanjutnya, kedatangan kami ke Boven Digoel, bahwa kami akan melanjutkan perjalanan ke Kampung Kawe dan bekerja untuk pengambilan sempel dengan rapid test kepada masyarakat selama 12 hari dengan 4 sasaran, jika ada perubahan terdapat hasil positif maka kami akan menambah tenaga medis untuk penanganan Covid-19 di Kawe dan kami juga akan melakukan koordinasi dengan kabupaten lain dalam mengevakuasi pasien dari Kawe.

“Bupati Pegunungan Bintang berpesan kepada kami untuk menyampaikan kepada pemerintah Boven Digoel dengan tegas tidak ada lagi penambang-penambang yang baru masuk ke Kampung Kawe Distrik Awimbon, terkecuali hanya pengiriman logistik saja, dan di tegaskan kembali agar semua pemerintah daerah Boven Digoel, Pegunungan Bintang, Asmat, Mappi dan Yahukimo untuk menekan masyarakatnya yang akan berangkat ke Kawe,” tegasnya.

Mesak Dombon selaku Sekretaris Koperasi Kawe Senggaup Maining mengatakan bahwa rapat yang kami ikuti dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 dan selalu mengatakan siap mendukung fasilitas transportasi kepada pemerintah daerah dalam hal ini Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Boven Digoel maupun Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Dimana hal itu sesuai pelaksanaan pemeriksaan ada 3 titik, yaitu kampung pisang pisang, kampung bravo 7 dan kampung kawe. Kami juga sudah menyediakan fasilitas tenda sebagai tempat penanggulangan dan pencegahan,” ucap Mesak.

Disisi lain, Kadis Boven Digoel menyimpulkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pegunungan Bintang akan berangkat ke Kawe bersama dengan Pengurus Koperasi Kawe Senggaup Maining besok pagi untuk melaksanakan pemeriksaan dengan rapid test.

“Adapun pemerintah daerah yang memilik akses jalur ke kawe agar mengeluarkan surat penutupan bagi orang-orang yang berangkat ke kawe sehingga dapat memutus mata rantai penularan Covid-19,” tegasnya.

Syahib mengharapkan pemerintah di daerah masing-masing dapat melibatkan tenaga medis guna penanganan Covid-19 di Kampung Kawe.

“Dalam menangani Covid-19 di Kampung Kawe, Provinsi Papua sudah menyediakan rapid test sebanyak 1000 buah dan 500 alat PCR atau Swab tes yang akan dipergunakan di Kampung Kawe,” tandasnya.

Pewarta : R227

Pos terkait