Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Murka, Irna Safriana : Oknum Perawat Puskesmas Berastagi Sangat Mencoreng Nama Baik

  • Whatsapp
Puskesmas Berastagi
Puskesmas Berastagi. [Insert : Kadis Kesehatan Kabupaten Karo, drg. Irna Safriana Br Milala]
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Akibat beritanya menjadi viral terkait adanya penolakan dan pengusiran pasien yang menderita sakit asam lambung di Puskesmas Berastagi Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kadis Kesehatan Kabupaten Karo, drg. Irna Safriana Br Milala langsung angkat bicara.

Dengan memerintahkan Kepala Puskesmas Berastagi, Kadiskes Kabupaten Karo itu meminta agar memberikan sanksi tegas kepada perawat yang menolak dan mengusir pasien yang hendak berobat.

Bacaan Lainnya

“Saya perintahkan Kepala Puskesmas untuk berikan sanksi tegas, terhadap oknum perawat yang terlalu berani mengusir pasien yang hendak berobat, sementara pasien belum ditanyai tentang penyakit yang dideritanya,” kata Irna dengan tegas. Selasa (9/6).

Hal itu dikatakannya, pasca mengetahui pasien ditolak dan diusir perawat yang sedang piket di Puskesmas Berastagi pada Minggu (7/6) pagi. Penolakan itu viral di Medsos Facebook, dan direkam pasien yang diusir sambil berteriak terkait buruknya pelayanan kesehatan di Puskesmas Berastagi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Irna Safriana menyebut, sudah mempertanyakan perihal  beredarnya video viral di media sosial salah seorang pasien yang merasa ditelantarkan dan mendapat perlakuaan yang tidak layak dilakukan oleh perawat Puskesmas Berastagi.

“Penjelasan Kapus Berastagi, sudah mendatangi pasien ke kediamannya, untuk meminta maaf dan sudah memeriksa keadaan pasien,” beber Irna.

Kepada Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskes Berastagi juga berjanji akan menindaklanjuti kasus penolakan ini melalui rapat internal.

“Oknum perawat tersebut sangat mencoreng nama baik instansi Dinas Kesehatan Kabupaten Karo dan membuat nama baik tim medis buruk dimata masyarakat. Berdasarkan Kep Menpan Nomor 25 tahun 2014 tentang tugas pokok perawat adalah melakukan pengamatan, tindakan pengamanan, penangggulangan penyebaran/penularan penyakit serta faktor yang sangat berpengaruh secara cepat dan tepat. Ini pasal yang  sudah dilanggarnya dan permasalahan ini sudah saya tegaskan Kepala Puskesmas untuk memberikan sanksi tegas terhadap oknum perawat tersebut,” ucap Irna. [baca juga : Perawat Puskesmas Berastagi Diduga Usir Pasien Kritis Akibat Asam Lambung]

Sanksi tegas itu, menurut Irna, bisa mutasi hingga penundaan kenaikan pangkat oknum yang bersangkutan.

“Saya menyarankan kepada Kapus agar lebih selektif menempatkan perawatnya agar hal serupa tidak terulang kembali,” tandasnya.

Pewarta : Rinaldi

Pos terkait