Terkelin Brahmana : RSU Efarina Etaham Bakal Menjadi Rujukan Pasien PDP

  • Whatsapp
Terkelin Brahmana
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – RSUD Kabupaten Karo sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 yang ditentukan oleh pemerintah pusat, memiliki daya tampung sangat terbatas bagi pasien positif PDP, OTG untuk dilakukan penanganan  perawatan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Akibat adanya lonjakan pasien positif OTG (orang tanpa gejala) yang kian terus bertambah, dan keterbatasan fasilitas ruang isolasi mandiri, maka antisipasi over kapasitas, pihak pemda karo gerak cepat menjajaki sejumlah lokasi yang akan dijadikan ruang Isolasi mandiri sesuai peruntukannya.

Bacaan Lainnya

Hal ini, Senin kemarin (22/6) tim GTPP (Gugus Tugas Percepatan Penanganan) Covid-19 telah meninjau eks RSU Flora Kabanjahe, guna dijadikan ruang isolasi mandiri, antisipasi terburuk akibat Lonjakan yang tak terduga pasien OTG, yang drastis meningkat.

Demikian dikatakan Bupati Karo Terkelin Brahmana, didampingi Asisten 3 Mulianta Tarigan, Plh Ketua Gugus GTPP Covid-19 Ir. Martin Sitepu, Kadis Pertanian Metehsa Purba, Dirut RSUD Kabanjahe dr Arjuna Wijaya, saat diskusi, Rabu (24/6) di Posko gugus tugas Kabanjahe.

“Kita harus tanggap dan gerak cepat mencari upaya alternatif lain, jangan hanya berpatok satu lokasi yang terus kota tunggu dan diharapkan, sementara masih ada lokasi lain yang dapat diajak kerja sama,” ujar Terkelin.

Selain eks RSU Flora, kata Terkelin coba dirut RSUD Kabanjahe jajaki pihak RSU Efarina etaham, bangun kesepkatan kerjasma, tentu hal ini saya sampaikan, bahwa tadi via komunikasi dengan pihak owner RSU Efarina Etaham sekaligus Bupati Simalungun JR. Saragih, setuju dengan pemda karo ada Mou (Memory Of understanding).

“Sekarang OPD terkait jajaki dan buatkan adminitrasi, dengan pihak RSU Efarina Etaham, pada prinsip mereka bersedia menjalin kerja sama, sesuai aturan dan mekanisme,” ucap Bupati Terkelin.

Sementara Dirut RSUD Kabanjahe dr Arjuna Wijaya mengatakan, pada prinsip apa yang disampaikan oleh bupati tadi, menilik aturan yang ada lebih aman melakukan sistem kerja sama dengan pihak rumah sakit swasta (RSU Efarina Etaham) ketimbang kontrak sewa menyewa.

“Alasannya dari segi anggaran dan pertanggung jawaban, satu dari anggaran pihak Kemenkes RI dan satu dari Refocusing APBD Karo. Pilihan yang nyaman dan aman jelas prinsip menjalin kerja sama (Mou) dengan dana pusat, namun demikian bukan berarti sewa menyewa tidak dijalankan tetap kita ikuti nanti mekanismenya,” kata dokter Arjuna.

Menyikapi penekanan intruksi pimpinan, tindaklanjut akan menjadi dasar dimensi komunikasi bersama pihak RSU Efarina. Sebab, lanjut Arjuna kunci utama sesuai juknis Kemenkes RI,  adalah pihak Efarina, tentu itu sudah ada sinyal dan rambu mengarah kesepakatan kerjasama. Proses adminitrasi pihak pemda karo, secepatnya akan disiapkan.

“Seandainya, RSU Efarina menjadi bagian rujukan pasien positif Covid-19, maka akan diutamakan pasien dalam pengawasan (PDP) ditempatkan di Efarina guna penanganan dan perawatan,” tandasnya.

Pewarta : Rinaldi

Pos terkait