Akhir Tahun 2019 Ini Sebanyak 27 Perlintasan Sebidang Liar Ditutup

  • Whatsapp

WARTALIKA.idExecutive Vice President Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Dadan Rudiansyah menjelaskan, dari hasil evaluasi sepanjang akhir tahun 2019 tercatat ada sejumlah perlintasan sebidang liar yang ditutup.

“Tahun ini ada 27 perlintasan sebidang liar yang kami tutup diantaranya, Cakung, di JPL 66, kemudian di Cipinang JPL 52,” ungkap Dadan kepada awak media di perlintasan, sebidang Bukit Duri Manggarai, Selasa 17 September 2019.

Menurutnya, dari senilai 458 hanya 171 perlintasan yang masih terjaga, baik dari PT KAI sebagai operator dan juga dari Pemerintah Derah (Pemda) yakni, Dinas Perhubungan (Dishub).

Oleh karena itu, dengan menggandeng Stakholder yang meliputi dari unsur Pemda Jakarta Selatan melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta Polisi Lalu Lintas (Polantas), maka PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang di lokasi tersebut.

Dalam pantauan WARTALIKA.id dilokasi tersebut, dilakukan sosialisasi bagi sejumlah pengguna jalan yang melintas agar lebih taat pada peraturan dan tidak menerobos palang perlintasan. Sebab, bagi pengguna jalan yang melanggar akan diberikan sanksi berupa tilang oleh pihak kepolisian.

“Kami berharap dari tingkat kesadaran masyarakat untuk mentaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang, maka dengan adanya kegiatan ini tentu akan menjadi motivasi bagi masyarakat itu sendiri ketika menggunakan perlintasan sebidang ini. Selain dapat merugikan pengendara, hal tersebut juga dapat memperhambat perjalanan kereta api,” sambungnya.

Lebih jauh Dadan menjelaskan, bahwa sosialisasi ini tidak hanya digelar di Bukit Duri Manggarai JPL 14 saja, tetapi juga dilakukan di Taman Makam Pahlawan Kalibata JPL 17, dan Jalan Seno Raya JPL 18B selama dua hari sejak kemarin.

Dengan demikian, ia berharap kedepan agar Pemda setempat dapat memberikan solusi dengan membangun Flyover atau Underpass untuk jalur alternatif lain bagi perlintasan liar yang di tutup.

Dalam kegiatan sosialisasi itu diwarnai aksi sejumlah relawan membawa spanduk yang bertuliskan, Stop Dahulukan Kereta Api yang Melintas, Utamakan Keselamatan Patuhi Rambu-rambu Lalu Lintas. Bahkan relawan tersebut memperagakan sebagai korban kecelakaan dengan tangan dan kepala yang dibalut kain kassa.

Pewarta : Herpal

  • Whatsapp

Pos terkait