Rapat Raksasa Lapangan Ikada, Gubernur Tegaskan Kesetaraan Masyarakat Perkampungan di Jakarta

  • Whatsapp
 Idul Fitri 1441 H

WARTALIKA.id – Untuk mengenang peristiwa Rapat Raksasa tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar upacara peringatan Hari Pertemuan Raksasa IKADA ke-74 Tahun 2019, bertindak Inspektur Upacara Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, di Lapangan Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (19/09/2019).

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, turut membacakan teks Pancasila. Turut dibacakan Pembukaan UUD 1945 dan Sejarah Singkat Hari Rapat Raksasa IKADA oleh Novel Krisna Putra, Analis Pengendalian Penerimaan Pajak I Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Provinsi DKI Jakarta.

Bacaan Lainnya

Idul Fitri 1441 H

“Upacara ini untuk memperingati Rapat Dewan Raksasa di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Jakarta, sekarang Lapangan Monas) yang dilaksanakan 19 September 1945. Meski demikian, tentara Jepang, sementara itu, ribuan orang pelopor untuk perlindungan yang telah diproklamirkan sebelumnya dan merekatkan pemimpin dengan rakyatnya. Memaknai acara bersejarah tersebut, Gubernur Anies mengundang semua pihak, khusus jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung perjuangan tersebut. Selain itu, ia mengimbau jajarannya untuk meluruskan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menyetujui, mengembangkan, dan memastikan pelayanan publik terbaik untuk seluruh masyarakat Jakarta. Kesempatan untuk mendapatkan layanan tambahan juga akan terus digaungkan, khusus untuk masyarakat Jakarta yang tinggal di perkampungan”.

Gubernur Anies mengatakan, semua ini merupakan upaya dalam pelaksanaan hikmah dari hasil Rapat Raksasa IKADA 19 September 1945. “Jakarta menjadi satu-satunya Provinsi yang mempercayakan acara IKADA secara rutin. Saya minta kepada semuanya, mari ingat untuk kemerdekaan ini diperjuangkan oleh rakyat kecil dari kampung-kampung. Karena itu, jangan kita mengganggap remeh, merendahkan masyarakat kampung. Karena mereka dulu yang ikut memperjuangkan. Untuk kita di DKI, hormati dan hargai masyarakat kampung. Buat program-program untuk mengembangkan mereka dan kampungnya untuk membuat kampung yang nyaman, sehat dan bersih. Dan kalau keberpihakan itu ada, insya Allah bisa jalan,” ujar Gubernur Anies.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Anies turut memberikan apresiasi khusus kepada Bapak Bangsa, Soekarno, yang ikut hadir dalam Rapat Raksasa IKADA pada tanggal 19 September 1945. Bung Karno pada saat itu menyampaikan pesan Salam Kemerdekaan atau Salam Kebangsaan saat membuka percakapan. Dalam hal ini Gubernur Anies mengundang semua pihak, khususnya di Jakarta, untuk senantiasa menunjuk salam yang mempersatukan untuk mendorong perbedaan rasa kebersamaan dan kesetaraan di kehidupan bermasyarakat.

“Ini yang sama-sama kita harus ingat, Pekik Merdeka yang sering disebut sebagai Salam Kemerdekaan / Kebangsaan tidak pernah dilakukan dengan tangan mengepal. Salam Kemerdekaan dengan tangan terbuka, salamnya bukan untuk memukul, (tapi) untuk merangkul. Bahkan tahun 45 bulan November, Bung Karno membuat maklumat khusus tentang Salam Kebangsaan / Kemerdekaan.

Kita kembalikan salam itu, peristiwa IKADA adalah peristiwa di mana Pekik Merdeka pertama kali digaungkan. Dan saat itu, dia menjadi salam sapa kemana saja, siapa pun yang disapa dengan kata merdeka, maka ada perasaan ‘kami sebangsa, kami seperjuangan’,” jelas Gubernur Anies.

Untuk dikenal, Upacara mengangkat tema “Dengan Mengenang Peristiwa IKADA Kita Jadikan Landasan Pembinaan Kekuatan Guna Menata Kehidupan Bangsa yang Lebih Maju”.

Upacara turut dimeriahkan oleh Tim Paduan Suara SMK Negeri 26 Jakarta dan Koprs Musik dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) Provinsi DKI Jakarta.

Turut hadir dalam upacara ini, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah, Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Provinsi DKI Jakarta, Faisal Syafrudin yang juga bertindak selaku Perwira Upacara, Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Fery Farhati Ganis, Para Pejabat, dan segenap ASN Pemprov DKI Jakarta, Ketua Dewan Harian Nasional dan Dewan Harian Daerah Angkatan ’45, Para Pelaku Sejarah Peristiwa Rapat Raksasa IKADA atau keluarga yang mewakili, Para Pejuang dan Anggota Legiun Veteran, Ibu-ibu Dharma Wanita, PKK, Institusi Kepemudaan dan Organisasi Masyarakat, Unsur TNI dan Polri, Menwa, serta Tagana.

Pewarta : Sugeng

Pos terkait