Antusiasme Umat Muslim Indonesia, Habib Umar Bin Hafizd Hadir di JIC

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz di sambut hangat kedatangannya oleh Umat Muslim di Indonesia, Ulama kharismatik asal Yaman, kelahiran 7 Mei 1963 tersebut hadir di Masjid Raya Jakarta Islamic Center (JIC) Jl. Kramat Jaya Raya, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Jumat (20/9/2019).

Kasubdiv Takmir Jakarta Islamic Centre KH Maarif mengatakan, “Habib Umar pendiri Pondok Pesantren Darul Mushtofa, Tarim, Hadramaut, Yaman merupakan ulama yang berdakwah keliling dunia. Setiap tahun Beliau hadir ke Indonesia. Perhatiannya terhadap Indonesia sangat spesial. Banyak murid-muridnya yang berasal Indonesia yang menjadi tokoh dan ulama” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Pencegahan Covid 19

“Habib Umar sejak tahun 1994 sampai sekarang sering datang ke Indonesia. Kehadirannya disambut ribuan ummat Islam untuk mendengarkan ceramahnya. Untuk mewadahi kegiatan beliau di bentuklah organisasi bernama Majelis Muwasholah Bayna Ulama al Muslimin atau Forum Silaturahim Antar Ulama” kata KH Ahmad Ibnu Abidin sebagai Ketua Majelis Muwasholah Bainal Ulama al Muslimin DKI Jakarta.

“Dipilihnya Masjid Raya Jakarta Islamic Centre sebagai tempati dakwahnya karena tempatnya representatif dapat menampung ribuan jamaah, tempat parkirnya luas” terangnya.

“Acara di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre, Habib Umar akan memberikan pencerahan kepada ummat melalui ceramahnya dalam khutbah Sholat Jumat ” jelasnya.

Kepala Sekretariat Jakarta Islamic Centre, Ahmad Juhandi menyampaikan, “Kehadiran Habib Umar menjadi berkah bagi JIC karena banyak daerah yang menginginkan beliau hadir di sana. Tetapi karena keterbatasan waktu beliau memilih di JIC” tandasnya, Jumat(20/09/2019).

Perjalan dari Masa Kecil. Dia telah mampu menghafal Al-Quran pada usia yang sangat muda dan juga menghafal berbagai teks inti dalam fikih, hadits, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyak ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan al-Syaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim.

Dia pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada dakwah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah Swt. Ayahnya begitu memperhatikan sang Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan dzikir.

Namun secara tragis, ketika al-Habib ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk shalat Jumat, ayahnya diculik oleh golongan komunis dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi.

Ini menyebabkan ‘Umar muda menganggap bahwa tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang dakwah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera yang diberikan padanya di masa kecil sebelum ia mati syahid.

Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk Majelis-majelis dan dakwah.

Ribuan Umat Muslim Indonesia, mendengarkan tausiah Habib Umar Bin Hafizd di Masjid JIC, Jumat(20/09/2019)

Perjuangan dan usahanya yang keras demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat di mana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal Al-Quran dan untuk belajar ilmu-ilmu tradisional.

Pewarta : Sugeng

HUT PERSIT KCK

Pos terkait