Oknum Pokmasdartibnah Cengkareng Barat Diduga Pungut Biaya PTSL Rp 3,5 Juta

  • Whatsapp
Oknum Pokmasdartibnah Cengkareng Barat Diduga Pungut Biaya PTSL Rp 3,5 Juta
Foto : Ilustrasi
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.idProgram Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang sudah dijalankan pemerintahan kabinet kerja sejak tahun 2017 hingga kini minim pengawasan. Pasalnya, sejumlah warga di Jalan Cenderawasih 8, RT 6 RW 007, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat mengaku dipungut biaya fantastic, mulai dari senilai Rp 1 juta hingga Rp 3,5 juta untuk mendapatkan sertifikat.

Hal tersebut terlontar dari mulut A, seorang wanita tua yang mengaku sudah membayar biaya untuk pengukuran tanah sebesar Rp. 1 juta kepada petugas dari Kelompok Masyarakat Sadar Tertib Pertanahan (Pokmasdartibnah) Kelurahan Cengkareng Barat berinisial J.

Bacaan Lainnya

Namun, harapan A ingin memiliki sertifikat berakhir kandas atas alasan hasil gambar di lokasi tersebut buram, usai dilakukan pengukuran ulang hingga beberapa kali oleh J.

“Saya saja sudah dua tahun belum jadi-jadi, awalnya bapak J janji cuma setahun sertifikat jadi. Tapi malah kemarin itu diukur lagi katanya burem gambarnya, jadi dijanjiin setahun lagi, padahal pemutihanya sudah habis,” keluh A, pemilik tanah seluas 130 m² saat diwawancarai WARTALIKA.id di lokasi tersebut, Senin 23 September 2019.

Dalam keterangan A yang lain, berbeda hal dengan salah seorang tetangga sebelah rumahnya yang sudah melunasi biaya sebesar Rp. 3,5 juta, maka sertifikat dengan mudah didapat.

“Disini mah kalau mau cepet duitnya gede, anggaplah yang uang saya itu mah uang pulpen. Tau dah keluarnya kapan itu surat,” sambung A.

Sementara menanggapi soal pungutan biaya PTSL di lokasi tersebut, Lurah Cengkareng Barat, Boy Purba mengaku antara Pokmas dengan Kelurahan tidak saling berkaitan.

“Kita tidak memfasilitasi Pokmas tersebut. Bahkan sudah lama J ini kita disposisikan dari sini lantaran sejak banyaknya warga menilai pekerjaan J seolah bagian dari kelurahan. Dan bahwa tidak ada ASN Kelurahan Cengkareng Barat yang bernama J,” tutur Boy Purba menutup perbincangan di ruang kerjanya.

Sementara J saat dikonfirmasi via telepon selulernya meminta untuk bertemu di Kantor Sekretariat Bersama Pokmasdartibnah Kelurahan Cengkareng Barat. “Yang enak kalau mau klarifikasi ketemuan aja supaya jelas. Besok jam 9 saya udah di kantor kecil (Kantor Sekretariat Bersama Pokmasdartibnah-red),” ungkapnya.

Namun hingga berita ini ditayangkan Kantor Sekretariat Bersama Pokmasdartibnah Kelurahan Cengkareng Barat nampak selalu tertutup.

Oknum Pokmasdartibnah Cengkareng Barat Diduga Pungut Biaya PTSL Rp 3,5 Juta
Foto : Kantor Sekretariat Bersama Pokmasdartibnah Kelurahan Cengkareng Barat yang nampak terlihat tertutup

Warga Perlu Tahu !!

Pembuatan sertifikat lahan melalui program PTSL dipungut biaya sebesar Rp 200 ribu. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yakni Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Desa, Pembangunan daerah tertinggal dan Transmigrasi.

Gratis (Ditanggung Pemerintah)

Penyuluhan

Pengumpulan data (alas hak)

Pengukuran bidang tanah

Pemeriksaan tanah

Penertbitan SK Hak/pengesahan data yuridis dan fisik

Penerbitan sertifikat

Supervisi dan pelaporan

(Bayar Sendiri)

Penyediaan surat tanah (bagi yang belum ada)

Pembuatan dan pemasangan tanda batas

BPHTB jika terkena

Lain-lain (materai, fotokopi, letter C, saksi, dsb).

Pewarta : Herpal

Pos terkait