Minim Pengawasan, Dana Bangun Masjid SMPN 89 Diduga Ditilep Oknum

  • Whatsapp
Masjid SMPN 89
Foto : Masjid SMPN 89 yang pembangunannya mangkrak akibat penyelewengan dana.

WARTALIKA.id – Dana pembangunan masjid SMPN 89, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat diduga diselewengkan oleh salah satu anggota komite sekolah berinisial SI.

Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Selain proses pembangunan masjid terhenti, terlebih sejumlah wali murid merasa kecewa dengan kondisi itu.

Bacaan Lainnya

Pencegahan Covid 19

Kepala SMPN 89 Raden Sapta Nurrochman, M.Pd membenarkan terkait mangkraknya pembangunan masjid SMPN 89 dan adanya penyelewengan dana, bahwa dana pembangunan masjid yang dilaksanakan sejak September lalu bukan diselewengkan pihak Komite Sekolah, melainkan oleh oknum.

“Iya, banyak dijawab oleh panitia bahwasanya bukan ketua komite, bendahara komite, tapi ada oknum yang sudah menyelewengkan dana ini,” ucapnya saat diwawancarai wartawan usai menggelar pertemuan dengan para wali murid di Aula SMPN 89, Sabtu 23 November 2019.

Menurutnya, hasil pertemuan antara para wali murid maupun donatur dengan pihak sekolah, yang bersangkutan telah memberikan surat pernyataan dan menyanggupi akan mengembalikan dana tersebut dengan cara bertahap.

Dengan didampingi pihak kepolisian, Raden Sapta Nurrochman mengaku penyelewengan dana pembangunan masjid SMPN 89 sekitar Rp 300 juta yang terjadi dilingkup sekolah hingga mencuat ke publik adalah suatu pembelajaran bagi pihak sekolah.

Kedepan, dia berencana akan berdiskusi kembali dengan komite untuk merombak ulang susunan panitia dalam kegiatan pembangunan masjid SMPN 89 yang saat ini terhenti/mangkrak.

“Kita akan berdiskusi lagi dengan komite, untuk panitia yang baru, kemudian yang fresh, kemudian rekening yang baru. Iya bakal yang baru semuanya,” imbuhnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Humas Organisasi Masyarakat Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Ormas Bang Japar) Jakarta Barat Agus Bison angkat bicara.

“Pokoknya meminta sumbangan apapun di sekolah tanpa musyawarah dengan pihak orang tua murid walaupun mengatasnamakan komite, itu tidak benar. Karena sudah banyak oknum komite dari wali murid yang kerap bekerja sama dengan oknum pihak sekolah dalam melaksanakan kegiatan yang pada akhirnya semata untuk meraup keuntungan pribadi,” beber Agus Bison saat ditemui WARTALIKA.id.

Agus meminta kepada Intansi terkait yang berwenang agar segera menindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Iya, kalau dananya sudah diselewengkan seharusnya pihak sekolah membuat laporan polisi, lagian kok bisa yah diselewengkan, itu kan untuk kebutuhan ibadah. Pelakunya harus segera dijebloskan ke penjara karena pihak sekolahpun sudah membenarkan adanya oknum yang menyelewengkan dana pembangunan masjid, jadi aparat kepolisian tunggu apalagi. Ini korupsi pembangunan tempat ibadah jangan dibiarkan,” tegasnya.

 

HUT PERSIT KCK

Pos terkait