BPRD DKI Gelar Razia Pengesahan STNK

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Tim gabungan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Provinsi DKI Jakarta bersama aparat TNI-Polri, Dishub dan Jasa Raharja menggelar Razia Pengesahan STNK Kendaraan di Jalan Outer Ring Road , Kecamatan Cengkarang, Jakarta Barat, Kamis (26/12/2019).

Kepala Badan Pajak dan Pajak Daerah DKI Faisal Safrudin mengatakan, dalam kurun waktu yang tersisa masih ada lima hari lagi pihaknya melakukan operasi gabungan bersama Polri-TNI, Dishub dan Jasa Marga, dalam rangka pengoptimalkan penerimaan pajak provinsi DKI Jakarta.

Bacaan Lainnya

Pencegahan Covid 19

“Kami berharap kepada masyarkat DKI Jakarta yang masih menunggak pajak di harapkan untuk segera membayarkan pajak kendaraan bermotornya,” kata Syafrudin

Ia menjelaskan, dengan adanya razia yang gencar di lakukan di lima wilayah di DKI Jakarta. Dirinya berharap kepada warga yang masih menunggak pajak segera melunasinya agar tidak kena tilang oleh petugas kepolisian.

“Jadi dalam operasi pengesahan pajak ini tidak hanya membayar pajaknya saja tapi juga di tilang. Bagi siapa yang belum pengesahan pajaknya maka polisi berhak menilang,” bebernya.

Untuk KTP yang tidak sesuai dengan kepemilikan kendaraan tambah dia, akan blokir dan saat ini sudah ada 336 unit kendaraan yang sudah blokir

Namun apabila mereka tidak datang untuk melakukan balik nama maka kendaraan yang bersangkutan dibodongkan atau tidak ada surat pengesahan STNK.

“Kita sedang sisir dan mudah- mudahan mereka segera membayar dan untuk hal ini kami berikan diskon 50% sesuai dengan Pergup tentang pemutihan. Kami berharap bagi pemilik kendaraan yang sedang kita blokir segera mengurus kendaraannya,” jelasnya.

Untuk jenis mobil mewah yang menunggak pajak lanjut Faisal, sudah mencapai sekitar 1000 unit nilainya mencapai 32 milyar.

“Untuk tunggakan pajak mobil mewah mencapai sekitar 1000 mobil mewah dan nominalnya mencapai 32 milyar rupiah,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk pajak kendaraan di tahun 2019 sudah mencapai 97% dan masih ada sekitar 7 % lagi.

“Mudah-mudahan sampai pada 31 Desember bisa mencapai 100 % mencapai 8,8 Triliun.

Pos terkait