Anies Tegaskan Fokus Penanggulangan Curah Hujan Yang Ekstrem

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Pasca hujan ekstrem yang mengguyur Jakarta dengan durasi yang lama pada Selasa dini hari (25/2), Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali mengusahakan Pintu Air Manggarai dan melakukan perbincangan bersama jajaran, di Jakarta Pusat, Selasa (25/2) pagi. Turut membersamai, Sekda Provinsi DKI Jakarta, Saefullah dan para Pejabat Pemprov DKI Jakarta.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Anies menyampaikan, membahas genangan dan banjir di wilayah terkait karena hujan lokal dengan curah hujan yang ekstrem. Ia membahas seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memfokuskan pada penanggulangan bencana saat mendistribusikan hujan lokal dengan curah hujan yang ekstrem.

Bacaan Lainnya

Pencegahan Covid 19

“Jadi konsentrasi kita ke sana, semua sumber daya kita lakukan. Kita siapkan untuk terjun, semua kegiatan Pemprov maju ke lapangan. Rapat, rapat semua batal, semuanya turun ke lapangan. Karena cuaca seperti ini akan tetap terbuka waktu pengiriman ke depan. Ramalan BMKG Sejak Desember mengatakan bahwa sampai dengan Maret, kita masih membahas tentang siapa menghadapi ekstrem. Jadi saat ini kita berhadapan dengan kondisi banjir. Kita fokus ke sana, “imbau Gubernur Anies.

Menurut peta sebaran hujan Jabodetabek, hingga Selasa (25/2) pukul 07.00 WIB, termasuk 7 (tujuh) stasiun dengan curah hujan ekstrem (> 150 mm / hari), yaitu Stasiun Meteorologi Kemayoran (278 mm / hari), Pintu Air Pulo Gadung (260 mm / hari), Pulomas (245 mm / hari), Manggarai (209 mm / hari), Halim Pk (205 mm / hari), Sunter Timur I Kodamar (165 mm / hari), Setiabudi Timur (150 mm / hari) ).

“Jadi air yang Ada di sini, jika kamu melihat, itu tidak banyak sampah. Artinya udara lokal, dan karena udara lokal, tidak bergolak, dipertanyakan memang cukup besar, diperlukan itu sampai pada siaga 1, bukan air kiriman, tapi air lokal dan sampai siaga 1. Itu berubah disetujui cukup banyak, “terang Gubernur Anies.

Untuk itu, sejak dini hari lalu seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta telah membantu membantu evakuasi wilayah terdampak. “Jadi kita siapkan di semua tempat. Saat ini jumlah RW yang terdampak masih bergerak terus, sebelumnya di atas 200 RW yang trdampak, dari 2,738 RW yang Ada di Jakarta. Kemudian juga membangun pos pengungsian di wilayah-wilayah terdampak itu, pos kesehatan dan pasokan “Kebutuhan utama bagi seluruh masyarakat,” imbuh Gubernur Anies.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Anies turut mengimbau untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan, dapat menghubungi Nomor Satu Layanan Darurat Jakarta Siaga, 112, atau datang ke kelurahan terdekat untuk mendapatkan bantuan sesuai yang dibutuhkan.

Sementara itu, Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Juaini, menuturkan, saat ini pihaknya telah menyiapkan 170 pompa mobil untuk penanggulangan genangan serta mengerahkan seluruh petugas untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir. Ia juga mengatakan hingga saat ini pihaknya terus melakukan pengerukan untuk mengganti lapanapan udara.

“Kalau permukiman dari tadi pagi sudah siap 1, keluarkan meluap. Mungkin sampai sekarang sudah masuk ke permukiman warga. Yang jelas kita tim SDA saat ini sudah di lapangan semua, mengupayakan bantuan warga untuk pengungsian. Apa yang kita punya semua kita kerahkan,” katanya.

Pos terkait