Langgar PSBB, Disnakertrans dan Energi DKI Jakarta Hentikan Operasional 209 Perusahaan

  • Whatsapp
Kepala Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah
Kepala Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah/net
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Wabah Virus Corona Covid-19 yang masih gentayangan di DKI Jakarta, tak menghentikan kegiatan para pengusaha untuk tetap menjalankan usahanya meskipun jenis usahanya masuk larangan beroperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Pemprov DKI.

Dirangkum dari beritajakarta.id, tercatat sebanyak 209 perusahaan dihentikan sementara operasionalnya karena tetap melakukan kegiatan usahanya dan melanggar aturan PSBB.

Bacaan Lainnya

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah yang mengatakan saat inspeksi mendadak pada 18 Mei 2020, ada satu perusahaan yang dikenakan sanksi penghentian sementara kegiatannya dan di denda sebesar Rp 5 juta.

“Penindakan mengacu pada Pergub 33 Tahun 2020 Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Dalam Penanganan COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta dan Pergub 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran PSBB Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi DKI Jakarta,” tegas Andri Yansyah belum lama ini, Jumat (22/5).

Sejak 14 April hingga 19 Mei 2020, kata dia tercatat ada 1.237 perusahaan atau tempat kerja melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebanyak 718 perusahaan atau tempat kerja yang dikecualikan dengan jumlah pekerja 87.851 orang diberikan peringatan dan pembinaan karena belum melaksanakan seluruh protokol kesehatan.

Lanjutnya, Disnakertrans dan Energi DKI Jakarta juga mendapati 310 perusahaan atau tempat kerja yang tidak dikecualikan namun memiliki izin dari Kementerian Perindustrian RI dan tetap melakukan kegiatan usahanya, namun tetap diberikan peringatan serta pembinaan karena belum melaksanakan protokol kesehatan dengan baik.

“Umumnya pelanggaran perusahaan adalah tidak melakukan pembatasan karyawan karena secara praktis physical distancing di tempat itu tidak terlaksana dengan baik. Protokol kesehatan bisa berjalan efektif apabila dibarengi dengan tiga pembatasan yakni, pembatasan karyawan, jam kerja, dan fasilitas operasional. Kalau tidak ada pembatasan, upaya pencegahan penularan COVID-19 pun akan sia-sia,” ucapnya.

Editor : Drey

Pos terkait