Wagub DKI: PKK Jadi Garda Terdepan Untuk Kadernya dan Kaum Ibu-ibu

  • Whatsapp
Wagub DKI: PKK Jadi Garda Terdepan Untuk Kadernya dan Kaum Ibu-ibu
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) DKI Jakarta harus nenjadi garda terdepan dalam memperhatikan kebutuhan warga Ibu Kota, apa lagi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, harus ambil andil perjuangkan kaum Ibu-ibu dan anak,” Pesan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria disampaikan saat Halal Bihalal TP PKK DKI Jakarta dengan secara virtual, Jumat(19/6/2020).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta seluruh warga, khususnya kader PKK dan kaum ibu turut menyukseskan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan saat Halal Bihalal TP PKK DKI Jakarta dengan secara virtual dengan pengurus TP PKK lima wilayah kota dan Kepulauan Seribu yang digelar secara virtual, Jumat (19/6).

“Gubernur meminta agar kita semua seantiasa patuh dan taat terhadap aturan yang dikeluarkan Pemprov DKI dan pemerintah pusat.”

Lebih lanjut dikatakan, Gubernur telah memutuskan bahwa bulan Juni ini PSBB masa transisi. PSBB yang keempat ini memastikan masyarakat untuk tetap berada di rumah dan melangsungkan kegiatan di rumah. “Di masa transisi ini Pemprov DKI memberikan kelonggaran kepada seluruh warga dalam melakukan aktifitasnya. Namun, kelonggaran itu diberlakukan secara bertahap. Tidak lebih dari 50 persen untuk kegiatan-kegiatan seperti tempat ibadah, perkantoran, pabrik, tempat usaha, pasar, mal dan tempat kerja lainnya,” jelas Wagub.

“Kami buka secara bertahap dalam satu bulan. Semua dimaksudkan untuk memastikan agar prosesi di masa transisi ini berlangsung dengan baik. Namun demikian, perlu kami ingatkan bahwa di masa PSBB transisi fase I dibagi dalam empat tahap, satu pekan hingga empat pekan. Bahwa corona belum hilang dari lingkungan kita.”

Ia pun mengingatkan, di masa transisi terjadi peningkatan interaksi, aktifitas keluar rumah dan potensi kerumunan lebih banyak sehingga potensi penularan di masa transisi tentu lebih besar dibanding masa PSBB pertama pada 10 April hingga 4 Juni lalu. “Untuk itu kami minta agar mengingatkan seluruh keluarga dan anak-anak semua, tempat yang terbaik adalah tetap berada di rumah. Dan apabila keluar ruimah harus dalam keadaan sehat, menggunakan masker, jaga jarak, tidak masuk dalam kerumunan dan senantiasa mencuci tangan,” imbuhnya.

Wagub menambahkan, banyak hal yang bisa dilakukan di masa PSBB transisi. Antara lain banyak beribadah dan berdoa agar terlindung dari corona. Meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan, dengan selalu cuci tangan, mandi, serta disinfektan lingkungan sekitar. “Mari tingkatkan kesehatan dan kekebalan tubuh dengan cara tidur dan isttirahat yang cukup, berjemur, makan sehat dan bergizi. Senantiasa menggunakan masker, jaga jarak dan tidak masuk kerumunan.”

Meski berada di rumah, sambungnya, bukan berarti tidak beraktifitas. “Kegiatan bisa dilakukan dengan cara virtual. Ibu-ibu adalah orang yang sangat dinantikan di keluarga. Adalah insan dalam keluarga yang paling banyak bergerak sejak subuh, pagi, siang, sore hingga malam. Ibu-ibu adalah orang yang sangat banyak bergerak. Insya Allah akan diberikan keberkahan. Mari sikapi corona dengan bijak dan baik dengan cara kita patuh dan taat untuk melaksanakan PSBB di masa transisi. Insya allah kita akan mendapatkan manfaat yang baik, bahkan dalam setiap kesulitan selalu Allah SWT hadirkan kemudahan,” pungkas Wagub

Pos terkait