PPDB DKI, DPD Alumni GMNI Menilai Akreditasi Sekolah Merugikan Siswa

  • Whatsapp
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 di provinsi DKI Jakarta
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 di provinsi DKI Jakarta

WARTALIKA.id – Terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 di provinsi DKI Jakarta sudah berlangsung, walaupun dalam perjalanannya diiringi aksi massa protes karena usia menjadi urutan proses seleksi, dalam hal ini Wakil Ketua Bidang Pendidikan & Kebudayaan DPD alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Raya Made Baskara menyampaikan sikap.

‘Pemprov DKI kurang optimal dalam sosialisasi PPDB 2020/2021, banyak orang tua calon peserta didik baru yang beranggapan usia menjadi prioritas dalam proses seleksi di semua jalur. Padahal ada jalur prestasi dan tahap akhir yang menggunakan nilai rerata rapor dikali akreditasi sekolah,” ujar Made Baskara dalam keterangan tertulis kepada WARTALIKA.id, Selasa (7/7/2020).

Ia menjelaskan, dengan menggunakan akreditasi sekolah dalam menentukan total nilai menjadi penyebab nilai murni siswa kecil.

“Banyak orang tua siswa yang kecewa setelah nilai rerata rapor yang besar setelah di kali akreditasi sekolah total nilainya menjadi kecil, sehingga dalam proses seleksi si siswa tersingkir dalam jalur prestasi,” tuturnya.

Menurutnya, banyak sekolah negeri yang akreditasinya kalah dengan sekolah swasta, ini memperlihatkan ada kesalahan kebijakan pemprov DKI dalam mengupgrade sekolah negeri.

“Kecilnya akreditasi sekolah negeri tidak hanya bisa disalahkan ke pada tenaga pengajar, kebijakan pemprov DKI mempunyai peran penting dalam setiap sekolah seperti kebijakan terhadap prasarana sekolah, fasilitas tenaga pengajar agar tenaga pengajar dapat fokus dalam menurunkan ilmunya,” kata Made Baskara.

Lebih lanjut ia menambahkan, penyebaran tenaga-tenaga pengajar berkualitas yang tidak merata, hanya lebih difokuskan ke sekolah favorit juga menjadi penyebab akreditas di beberapa sekolah kecil.

Untuk itu kedepan DPD alumni GMNI Jakarta Raya meminta Pemprov DKI harus mampu menciptakan tenaga-tenaga pengajar yang berkualitas, inovatif, cukup fasilitas dan cukup prasarana sekolah.

“Kita meminta tenaga-tenaga pengajar yang berkualitas disebar ke setiap sekolah,” sebut dia.

  • Whatsapp

Pos terkait