CLM Diberlakukan, Petugas Dishub Terminal Kalideres Perketat Pengawasan

  • Whatsapp
CLM Diberlakukan, Petugas Dishub Terminal Kalideres Perketat Pengawasan

WARTALIKA.id – Petugas Dishub Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat gencar melakukan pengawasan sejak diterapkan Corona Likelihood Metric atau CLM melalui aplikasi Jakarta Terkini (JAKI) sebagai syarat mendapat izin keluar masuk wilayah Jakarta di tengah situasi pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menghapus penerapan surat izin keluar masuk (SIKM). Hal ini tentunya membawa angin segar transportasi angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) dan mengingat syarat SIKM selama ini dinilai menyulitkan untuk berpergian.

Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen mengatakan, pihaknya selama 24 jam terus melakukan pemantauan sejak diberlakukan CLM.

“Kita menempatkan petugas di pos tenda pemeriksaan. Selain itu kita juga mengimbau kepada Pengurus Perusahaan Otobus (PO) bus untuk membantu warga saat proses pengisian CLM. Karena, masih banyak calon penumpang yang tidak mengetahui apa itu CLM dan bagaimana cara membuatnya,” kata Revi saat dikomfirmasi, Selasa (21/7/2020).

Dijelaskannya, jika mereka belum punya aplikasi untuk CLM, maka akan diarahkan untuk mengunduh aplikasinya. Kalau tidak punya smartphone, akan dibantu dengan hp petugas proses pengisian CLM. Syarat CLM, relatif mudah hanya diperlukan KTP-el.

“Calon penumpang tinggal mengisi sejumlah data secara jujur di aplikasi tersebut. Setelah itu akan mengeluarkan rekomendasi berupa skor level kesehatan. Apakah pemohon diizinkan melakukan perjalanan atau diarahkan untuk perawatan medis,” ujar Revi.

Sejak CLM diberlakukan, sambung Revi, kondisi kesehatan calon penumpang di terminal Kalideres cukup baik dan banyak yang melakukan perjalanan.

Mayoritas penumpang melakukan perjalanan dengan tujuan pulau Jawa dan Sumatera.

“Namun jika ada calon penumpang yang beresiko terhadap virus Covid-19, maka petugas langsung mengarahkan ke posko pemeriksaan untuk periksa kesehatan atau merujuk ke Puskesmas,” imbuhnya.

Sedangkan untuk masa CLM menurut Revi, hanya berlaku selama 7 hari atau satu pekan. Nantinya, warga diwajibkan untuk memperbarui dengan melakukan mengisi kembali layanan tersebut.

“Masa berlakunya tujuh hari, jadi kami mengimbau bagi warga untuk melakukan update,” jelasnya.

  • Whatsapp

Pos terkait