Komnas PA: Tindak Kekerasan Terhadap Putrinya Terancam Pasal Berlapis

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait sangat menyayangkan setelah melihat tayangan tindak kekerasan yang sempat viral di media sosial yang dilakukan seorang ayah kandung inisial AM (40) di Duren Sawit, Jakarta Timur terhadap putrinya inisial RPP berusia12 tahun.

“Atas kejadian itu tentunya telah mencederai makna tema Hari Anak Nasional 2020. Kami juga berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada tetangganya yang mencoba memberikan pembelaan terhadap korban,” ujar Arist saat dikomfirmasi, Jumat (24/7).

Demikian juga kepada Polres Metro Jakarta Timur dengan cepat mengamankan terduga pelaku atas perbuatannya.

“Dalam kasus ini, bocah malang itu juga belum pernah merasakan bangku sekolah. Padahal seharusnya anak itu diwajibkan untuk sekolah. Ini orangtuanya malah memberhentikan dia dari sekolah SD,” kata Arist.

Sebagai orangtua harusnya melindungi putrinya bukan melakukan tindak kekerasan dalam bentuk penganiayaan dan penyiksa terhadap anaknya, untuk itu Komnas Perlindungan Anak meminta Polres Jakarta Timur untuk menjerat dengan pasal 81 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2020 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun ditambah sepertiga dari pidana pokoknya. Orangtuanya harus dikenakan pasal berlapis.

“Sedangkan kepada ibu tiri korban inisial ARW (40) yang tidak melakukan pertolongan dan menghentikan kekerasan yang dilakukan suaminya terhadap anaknya ini dapat dikategorikan ikut serta membiarkan terjadinya kekerasan. Padahal korban membutuhkan pertolongan, sesuai UU RI No. 35 Tahun 2014 dapat juga ditahan dan dikenakan ancaman 5 tahun penjara,” tegas Arist.

Guna memastikan perlindungan korban, Hari ini Jumat 24 Juli 2020 Komnas Perlindungan Anak akan bertemu dengan bapak kandung dan putrinya bersama Unit PPA Polres Metro Jakarta Timur.

  • Whatsapp

Pos terkait