Pengelola Pasar Lokbin Palmerah Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

  • Whatsapp
Ketua Koordinatoriat PWI Jakbar Kornelius Naibaho

WARTALIKA.id – Sekitar kurang lebih 100 anak yatim dan kaum dhuafa yang sebagian besar adalah pelajar baik dari SD maupun SMA, menerima santunan dari Pengelola Pasar Lokbin Palmerah/Paguyuban Kelapa.

Tampak hadir Korlap Pasar Lokbin A. Haerudin, pengurus Musholah Ma’ruf Hidayat, Ahmad Agus, Ketua RW 02 Benteng Gelora H. Bahrudin, Wakil Ketua FBR Benteng Gelora Agoy, tokoh masyarakat dan lain-lain.

Baca Juga :

“Santunan ini masih berkaitan dengan peringatan 1 Muharam, 1442 H, tahun baru Islam tersebut. Alhamdulillah, saya bersyukur kegiatan ini terlaksana dengan baik, “ujar Korlap A. Haerudin kepada WARTALIKA.id, di Jakarta, Sabtu (29/08/2020).

Dikatakan Haerudin terselenggaranya santunan ini merupakan inisiatif dari paguyuban Pasar Lokbin Palmerah/Paguyuban Kelapa dan baru pertama kalinya diadakan di pasar ini.

“Jadi ini merupakan ide yang bagus sekali dan saya sangat mengapresiasi kegiatan positif ini. Semoga kedepan kami bisa menyantuni anak yatim dan kaum duafa lebih banyak lagi, “tuturnya.

Menurutnya, anak-anak yatim ini tentu kurang beruntung. Artinya mereka tidak bisa menikmati kebahagiaan bersama dengan kedua orang tuanya. Tidak seperti anak-anak lainnya yang masih lengkap memiliki kedua orang tua.

Untuk itu, pengelola pasar ikut berbagi kebahagiaan dengan anak yatim yang berasal dari kelurahan Gelora RW 02 dan dari Yayasan Panji Nusantara dan beberapa kelurahan lainnya di wilayah Palmerah.

“Mudah-mudah mereka diberikan semangat untuk menyongsong masa depan yang gemilang. Juga diberikan kesehatan dalam suasana Pandemi Covid-19,”imbuhnya.

Disinggung tentang anjuran Gubernur agar pedagang pasar mematuhi protokol kesehatan. Haerudin mengungkapkan, di Pasar Lokbin disediakan tempat cuci tangan. Dia juga terus menghimbau agar pedagang mematuhi protokol kesehatan.

“Ini merupakan bentuk ikhtiar kita, semua pedagang dan pengelola Pasar Lokbin Palmerah. Kami berdoa semoga Pandemi ini cepat berakhir dan situasi pasar normal kembali, “urainya.

Sementara itu, ketua RW 02 Kelurahan Benteng Gelora Jakarta Pusat H. Bahrudin, mengaku sangat bangga dengan adanya inisiatif komunitas pedagang Pasar Lokbin Palmerah. Mereka terpanggil menyantuni anak yatim dan kaum duafa terutama mereka yang usia sekolah.

“Ini berbeda dengan RW 02 yang saya pimpin. Kami bisa menyantuni anak yatim dan duafa setiap bulan sekali. Meski sudah ada donaturnya, warga tetap dihimbau untuk membantu, menyisihkan sebagian rezeki lewat kotak amal yang sudah tersedia. Itu juga sebagai bekal akhirat nanti,” ucapnya.

Jadi, tambah Bahrudin apa yang sudah diterapkan di RW 02 akan diupayakan diterapkan dipasar ini. Setiap pedagang mengisi kotak walau 1000 – 2000 rupiah saja. Bukan dilihat dari banyaknya namun bentuk kepedulian dan keikhlasannya.

“Saya berharap, para pedagang pasar tergugah untuk menyisihkan rezeki, mengisi kotak amal yang disediakan pengelola pasar. Tapi kami memaklumi pendapatan para pedagang juga agak menurun akibat pandemi Covid-19, “ungkapnya.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua Forum Betawi Rempuq (FBR) Benteng Gelora Agoy, mengaku bersyukur karena pihak pengelola Pasar Lokbin Palmerah melibatkan atau bekerjasama dengan FBR Benteng Gelora dalam kegiatan santunan anak yatim. Kebetulan juga, FBR juga sering menyantuni anak yatim dan kaum duafa.

“Harapan saya, semoga kegiatan yang digagas oleh Paguyuban Pedagang Pasar Lokbin ini berjalan lancar. Sebulan sekali bisa menyantuni anak yatim meski ditengah Pandemi Covid-19, “tegasnya.

Pedagang Inginkan Kehadiran Bank DKI atau BRI

Ujang, mewakili pedagang lainnya berharap ada kehadiran Bank DKI atau BRI di pasar tersebut. Kehadiran Bank memudahkan mereka bisa melakukan transaksi, bayar retribusi dan lain-lainnya.

Diakui, tidak tersedianya Bank DKI tersebut membuat mereka harus meninggalkan dagangan sementara, sehingga tidak bisa melayani pembeli. Bahkan ada juga pedagang mengeluh tiba-tiba ada tagihan sampai tiga bulan.

“Kan kaget. Makanya kami para pedagang berharap ada Bank DKI atau BRI di pasar ini. Paling tidak ATM juga sudah cukup dari pada kita jauh-jauh bayar retribusi, “tandasnya.(Han)

Pos terkait