Eksploitasi Anak Tujuan Seksual Komersial, Komnas PA: Ini Kejahatan Luar Biasa

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya yang telah mengungkap praktik prostitusi dan eksploitasi anak yang diduga dilakukan ibu kandungnya disalah satu Apartemen, kawasan Jakarta Selatan.

“Tidak begitu lama kasus perdagangan anak tujuan komersil ini terbongkar karena dilaporkan keluarga korban atas dukungan Komnas PA kepada Polda Metro Jaya sehingga terduga pelaku langsung ditangkap dan ditahan,” ujar Arist dalam keterangannya, Senin (16/11/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, perbuatan tersebut merupakan kejahatan luar biasa dan pelakunya harus dihukum berat. Peristiwa ini sungguh diluar akal sehat manusia karena pelaku inisial HS adalah ibu kandung korban sendiri dengan tega dan sengaja menjualnya anaknya yang masih berusia 11 tahun untuk tujuan seksual komersil kepada terduga inisial RN pria hidung belang.

Sebelumnya korban yang didampingi oleh ayah kandungnya menceritakan peristiwa yang memilukan itu kepada Komnas Perlindungan Anak. Diungkapkannya bahwa diawal September 2020 ibu korban memperkenalkan korban kepada RN di salah satu Apartemen (AS) yang terletak di Jakarta Selatan.

“Di Apartemen itulah dilakukan transaksi eksploitasi seksual yang pertama dilakukan ibu korban kepada RN,” bebernya.

Semenjak itu kata dia, setiap RN ingin melampiaskan nafsu bejatnya, ibu korban selalu memfasiltasi dan mengantar korban. Bahkan korban bisa bermalam hingga 3-4 hari di Apartemen tersebut.

“Terkadang ibu korban tinggal di Apartemen yang sama dengan beda kamar sambil menunggu,” sebut Arist.

Atas peristiwa itu, Komnas Perlindungan Anak mendorong Polda Metro Jaya untuk menerapkan UU RI Nomor : 17 Tahun 2016 tentang penerapan PERPU Nomor : 01 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor: 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto UU RI Nomor: 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor: 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta UU RI tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TTPO) dengan ancaman 20 tahun atau pidana penjara seumur hidup.

“Mengingat HS adalah ibu kandung korban maka tersangka HS dapat dikenakan hukuman tambahan sepertiga dari pidana pokoknya sehingga dapat dikenakan pidana penjara 20 tahun atau seumur hidup,” tegasnya.

Sementara tambah Arist, bagi terduga pelaku RN dapat dikenakan pidana pokok 20 tahun dan pantas dikenakan sanksi hukum tambahan yakni KASTRASI atau kebiri dengan suntik kimia.

Atas peristiwa itu, Komnas PA meminta tidak ada kata damai dalam menyelesaikan kasus perdagangan anak untuk tujuan eksploitasi seksual komersial ini.

“Untuk memulihkan trauma korban saat ini Komnas Perlindungan Anak tengah membentuk tim Psikologis untuk memberikan layanan terapi psikologis bagi korban,” pungkas Arist.

Pos terkait