Hari Pers Nasional 2019, Rudiantara : Teknologi Bukan Penghalang

  • Whatsapp
Hari Pers Nasional 2019
Foto : Peringatan Hari Pers Nasional 2019 di Surabaya (dokumen istimewa).

WARTALIKA.id – Peringatan Hari Pers Nasional 2019 yang di selenggarakan mulai tanggal 7-9 February 2019 di Hotel Serathon Surabaya Jawa Timur di hadiri oleh Wartawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Peringatan Hari Pers Nasional 2019 Jatim ini mengangkat tema “Media Massa di Tengah Terpaan : Winner Takes All Market”. Sepertimana kita tahu dunia media massa semakin ketat dalam bersaing melawan Teknologi digital.

Bacaan Lainnya

Belakangan dengan munculnya google, facebook dan instagram membuat semakin tergerusnya perusahaan-perusahaan media seperti media cetak yang semakin terpuruk oleh beban cetak dan oplah koran.

Seperti yang dijelaskan oleh Rudiantara Menteri Kominfo dalam pidatonya pada saat acara pembukaan peringatan Hari Pers Nasional 2019 di Hotel Serathon Surabaya, Jum’at (8/2/2019) mengatakan, Pers di Indonesia atau Jurnalis di Indonesia dan pemilik Pers Indonesia selalu berfikiran positif, khawatir boleh tapi kita harus tunjukan dengan perubahan saat ini dengan digitalisasi.

“Saya tidak khawatir dengan perubahan ini, karena saya selalu memisahkan antara konten dan medium, konten dengan media,” ucap Rudiantara.

Dalam industri media pers yang ada saat ini, kata dia, ada dua hal yang satu kontens, kontens itu bergantung pada kemampuan sumber daya manusia dan kuncinya adalah profesionalisme dari Jurnalis Indonesia. “Perubahan dari dunia cetak ke dunia elektronik atau media online, dan sekarang kepada media sosial, itu tidak bisa kita hindari. Apapun platformnya kembali kepada konten sumber daya manusia yaitu jurnalisnya sendiri”.

Hari Pers Nasional 2019 harus menjadi momen manfaatkan digitalisasi

“Kita seolah olah khawatir habis gara-gara digitalisasi, justru seharusnya bagaimana kita memanfaatkan digitalisasi ini untuk menumbuh kembangkan ekonomi, bagaimana mendorong pertumbuhan dari enterprener di Indonesia, intinya bagaimana kita menerapkan ekonomi digital. Karena kita yakin bahwa ekonomi digital akan membuka lapangan pekerjaan baru. Dengan digitalisasi ekonomi ini justru akan menurunkan gap genie rasio di Indonesia,” jelas Menteri Kominfo.

Menurutnya, itu semua kembali kepada Pers dan Digital di Indonesia dan masih sedikit yang stup up yang fokus ke media dunia pemberitaan.

“Jadi saya sampaikan jangan khawatir dengan digitalisasi. Digitalisasi hanya alat, nantinya pasti akan berubah lagi bukan dari bentuk teks, gambar video kejadian yang di gabungkan. Artinya dengan medium yang berbeda kita bisa menyampaikan kepada publik apa yang terjadi sesungguh nya, jadi jangan terlalu di pusingkan dengan masalah teknologi,” tandas Rudiantara.

Pewarta : Sukron

Pos terkait