KPPK Desak KPK Segera Tetapkan Zainudin Amali Sebagai Tersangka

  • Whatsapp
HARI LAHIR PANCASILA

WARTALIKA.id – Sejumlah pemuda dari Koalisi Pemuda Peduli Keadilan (KPPK) berkumpul untuk berdemonstrasi di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Jumat(04/10/2019) sore.

Mereka menuntut Zainudin Amali selaku Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) dari Fraksi Partai Golkar seringkali disebut-sebut dalam lingkaran kasus korupsi. Namun sampai detik ini ia masih tetap melanglang buana dan menghirup udara bebas di luar jeruji.

Bacaan Lainnya

Idul Fitri 1441 H

Sebelumnya ia terseret dalam lingkaran korupsi terkait sengketa Pilkada di Jawa Timur dengan tersangka Akil Mochtar selaku ketua Mahkamah Konstitusi (MK), namun ia lepas dari jeratan hukum karena pengadilan mengaggap proses transaksi antara Akil Mochtar dan Zainudin Amali hanya sebatas komunikasi dan belum terjadi.

Tak lama kemudian nama Zainudin Amali yang posisinya pada saat itu adalah Wakil Ketua di Komisi VII kembali terseret dalam lingkaran kasus korupsi, bahkan ia pernah dipanggil oleh penyidik KPK sebagai saksi terkait kasus suap di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dengan tersangka Waryono Karyo selaku Sekretaris Jenderal di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Tuntutan para demonstran juga memuat kekecewaan terhadap lembaga pemberatas korupsi Indonesia, KPK karena tidak tegas dalam menetapkan status Zainudin Amali.

“Koruptor harus ditangkap dan diadili, kalau perlu dihukum mati, jika tuntutan kami tidak ditanggapi, maka KPK juga mengkhianati rakyat,” ucap salah satu orator dari KPPK.

Namun sampai saat ini, KPK belum menahan yang bersangkutan.

Tidak hanya itu, belakangan nama Zainudin Amali kembali disebut di dalam persidangan Sutan Bhatoegana yang telah ditetapkan oleh KPK menjadi tersangka dalam kasus penerimaan hadiah atau janji dari Waryono Karyo terkait korupsi di Kementerian ESDM.

Uang yang diberikan Waryono selaku Sekjend di ESDM pada saat itu sebesar US$ 140 ribu untuk mempengaruhi para anggota di Komisi VII DPR RI periode 2009-2014.

Kami menduga bahwa Zainudin Amali sebagai Wakil Ketua di Komisi VII 2009-2014 juga ikut terlibat dan menerima aliran dana hadiah atau janji dari tersangka Waryono
Karyo. Hal ini diperkuat juga dengan rekaman hasil sadapan KPK yang sempat menyinggung inisial ZA yang merujuk pada Zainudin Amali.

Oleh karena itu, maka kami
dari Koalisi Pemuda Peduli Keadilan (KPPK) mengambil sikap sebagai berikut:
1. Mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas kasus korupsi yang menimpa Zainudin Amali.
2. Meminta kepada KPK RI agar segera menetapkan Zainuddin Amali sebagai
tersangka dalam kasus penerimaan grafitikasi dalam kegiatan di Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Zainuddin Amali sudah melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP,” tegas orator aksi demo dari KPPK.

Pewarta : Sugeng

Pos terkait