Bertemu Menteri LH Korsel, Menteri Suharso Paparkan Konsep LCDI

  • Whatsapp
HARI LAHIR PANCASILA

WARTALIKA.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup Korea Selatan Cho Myung-Rae. Kedatangan Cho ke Indonesia salah satunya bertujuan mengundang Presiden Jokowi untuk menghadiri KTT Partnering for Green Growth and Global Goals (P4G) di Seoul, Korea Selatan.

“Kami mengucapkan selamat kepada Republik Korea Selatan karena akan menjadi tuan rumah KTT P4G pada bulan Juni tahun ini. Kami berharap acara ini sukses dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” kata Menteri Suharso.

Bacaan Lainnya

Idul Fitri 1441 H

Pertemuan dilakukan secara tertutup di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (25/2/2020). Dalam pertemuan antar kedua Menteri itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Menteri Cho Myung-Rae juga membahas hubungan bilateral kedua Negara.

Kepada Menteri Cho Myung-Rae, Menteri Suharso mengharapkan peran P4G di masa mendatang dapat memberikan kontribusi penting serta bisa menjadi penghubung untuk kerjasama bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan

“Kami berharap P4G dapat memberikan kontribusi nilai tambah yang signifikan, terutama dalam mengeksplorasi dan memobilisasi skema pendanaan alternatif dan inovatif untuk mengimplementasikan SDG. Selain itu, P4G dapat menjadi arena diplomatik untuk mempromosikan upaya kami untuk mencapai SDG, seperti hubungan bilateral Indonesia dan Korea, atau kerja sama multi-negara,” ujar Menteri Suharso.

Lebih lanjut Menteri Suharso menjelaskan kepada Menteri Cho, bahwa Indonesia saat ini sedang mengembangkan program _Low Carbon Development Initiative_ (LCDI). Menurut Suharso, LCDI secara eksplisit dinyatakan sebagai salah satu program prioritas di Indonesia.

“Kami menyebutnya LCDI. Pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan LCDI sebagai salah satu proyek prioritas nasional. Kami membaginya ke dalam lima program. _Pertama_, pengembangan energy berkelanjutan, _Kedua_, penanganan limbah, _Ketiga_, pengembangan industry hijau, _Keempat_, restorasi lahan secara berkelanjuta, dan _Kelima_, teknologi _Blue Carbon_,” tutup Menteri Suharso.

Pos terkait