Karo Humas : Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan

  • Whatsapp
Pelayanan Pertanahan

WARTALIKA.idMunculnya pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) membuat dinamika tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Sesuai instruksi Presiden RI, Joko Widodo agar setiap kantor-kantor pelayanan publik maupun kehidupan bermasyarakat menerapkan social distancing, physical distancing serta work from home (WFH). Ketiga hal tersebut wajib dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Sementara Kepala Biro Humas Kementerian ATR/BPN Yulia Jaya Nirwati mengatakan kondisi ini tidak membuat layanan pertanahan menjadi berhenti. Sesuai dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Nomor 3/SE-100.TU.03/III/2020 tertanggal 20 Maret 2020, diinstruksikan kepada jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota untuk melaksanakan layanan elektronik dan membatasi kegiatan pengumpulan massa, seperti sosialisasi.

Bacaan Lainnya

Idul Fitri 1441 H

Seperti diketahui, kata Karo Humas Kementerian ATR/BPN layanan pertanahan, mayoritas mengandalkan peran aktif masyarakat atau pemohon agar datang ke Kantor Pertanahan dalam mengurus layanan pertanahan.

“Mulai dari pembuatan sertipikat tanah pertama kali hingga layanan penghapusan hak tanggungan/roya. Namun, dengan layanan konvensional tersebut, akhirnya terdapat antrian pemohon terutama di kantor-kantor pertanahan yang volume kerjanya tinggi serta berpotensi menimbulkan tunggakan pekerjaan,” ujar Yulia dalam keterangan tertulis kepada wartalika.id di Jakarta, Sabtu (4/4/2020)

Dalam beberapa kesempatan, Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil maupun Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Surya Tjandra, terus mengingatkan pentingnya transformasi layanan pertanahan ke era elektonik. Hal ini didasari bahwa ada banyak Kantor Pertanahan yang mempunyai volume kerja yang tinggi, sehingga nantinya akan mengakibatkan muncul tunggakan pekerjaan, sehingga perlu diterapkan layanan secara elektronik.

Lanjut Kepala Biro Humas Kementrian ATR/BPN Yulia Jaya Nirwati menambahkan penerapan layanan elektronik ini juga sejalan dengan keinginan pemerintah untuk meningkatkan Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia.

“Berdasarkan hasil survei Bank Dunia akhir tahun 2019 lalu, Indonesia berada di peringkat 73 dunia dari 190 negara. Namun, Indonesia masih berada diurutan kelima di region Asia Tenggara,” ujar Yulia.

Lanjut dia mengatakan kondisi ini disebabkan karena sisi transaksi pertanahan yang cukup tinggi, dokumen-dokumen yang dikelola masih manual serta belum terdaftarnya seluruh tanah di Indonesia.

Layanan elektronik merupakan salah satu bentuk transformasi Kementerian ATR/BPN menjadi institusi yang lebih baik karena dapat memberikan kemudahan dalam pengurusan tanah atau dengan kata lain dapat menjadi salah satu komponen untuk meningkatkan peringkat EoDB Indonesia.

Sebagai informasi, kata Karo Humas Kementrian ATr/BPN, layanan yang dapat dilayani secara elektronik adalah Hak Tanggungan (pendaftaran, peralihan, penghapusan, perubahan nama, serta perbaikan data), Zona Nilai Tanah (ZNT), pengecekan sertipikat tanah serta Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT).

Dia juga menjelaskan dalam pelayanan Hak Tanggungan secara elektronik (HT-el), Kementerian ATR/BPN akan bermitra dengan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) serta perbankan.

“Pada masa COVID-19 sekarang ini, masyarakat dapat memanfaatkan layanan elektronik, yang harapannya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan pertanahan. Selain itu, ini merupakan bentuk aktif dari pemerintah tetap bekerja dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” pungkas Yulia.

Pos terkait