Purnatugas Dirjen Pengadaan Tanah, Sosok Perempuan yang Gigih dan Bernyali

  • Whatsapp
ATR
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.idDalam berkarir, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) ditanamkan sikap integritas yang tinggi hingga memasuki masa purnatugas. Itulah yang tertanam dari dalam diri seorang Direktur Jenderal (Dirjen) Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Arie Yuriwin.

Arie Yuriwin, salah satu srikandi terbaik Kementerian ATR/BPN, mengabdi sebagai PNS sejak tahun 1986. Mengawali karir dari bawah hingga sekarang menjadi Dirjen Pengadaan Tanah dengan segudang prestasi. Arie Yuriwin mengawali karir sebagai staf Direktorat Jenderal (Dirjen) Agraria, yang pada saat itu masih di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

Bacaan Lainnya

Dirjen Pengadaan Tanah dalam bekerja selalu memberikan sebuah solusi yaitu menyelesaikan masalah tanpa masalah yang di mana dalam menyelesaikan masalah konflik pertanahan tidak boleh ada conflict of interest dan juga dapat menguntungkan kedua belah pihak.

“Untuk menyelesaikan masalah tidak boleh punya interest, apa yang diinginkan kedua belah pihak, kita bisa menjembatani,” ucapnya ketika mengisi acara dengan tema “Nanti Kita Cerita tentang ATR/BPN, Catatan Refleksi Ibu Arie Yuriwin” melalui konferensi video, Rabu (27/05/2020).

“Sebagai pejabat harus bisa memfasilitasi kedua belah pihak. Ibaratnya mengambil benang di dalam tepung, benangnya terangkat tetapi tepungnya tidak berantakan, itulah yang selalu saya gunakan supaya dicarikan win-win solution. Dengan metode ini kedua belah pihak tidak merasa dirugikan,” tambah orang yang pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Provinsi Sumatra Barat, Provinsi Bangka Belitung dan Kakanwil BPN Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Arie Yuriwin dalam bekerja terkenal dengan mempunyai nyali dan keberanian yang kuat. Pada kesempatan kali ini, Ia memberikan kiat-kiat agar mempunyai nyali dan keberanian dalam menghadapi situasi.

“Harus melihat semua yang dihadapi, harus mencari akar permasalahannya. Kedua, memiliki aturan ketentuan yang harus ditegakkan. Nyali itu berarti saya percaya dan saya yakin yang dilakukan sesuai aturan dan tidak melanggar aturan. Sesuatu yang tidak benar saya tidak suka, jadi apapun akan saya tempuh dan permasalahan apapun akan saya kejar,” ucapnya.

Sosok Arie Yuriwin yang gigih, rendah hati, berani, dan visioner adalah bentuk kepemimpinan yang dibangun oleh Arie Yuriwin. Maka dari itu diperlukan regenerasi agar dapat melahirkan Arie Yuriwin yang lainnya.

“Jadi regenerasi kepimpinan itu tergantung dari kita sendiri dan sebetulnya regenerasi sudah dibangun sejak saya menjabat Kabag TU di DKI. Sejumlah 30% pejabat di DKI adalah perempuan ada yang sudah berhasil, seperti Bu Yuli, Bu Abeng dan Bu Embun. Jadi saya selalu mengajak staf, karena kita tidak bisa bekerja sendiri bahwa keberhasilan saya itu tanpa ada dukungan teman-teman di ATR/BPN tidak bisa seperti sekarang ini,” pungkas Arie Yuriwin.

Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil mengapresiasi dan berterima kasih kepada dedikasi Arie Yuriwin dalam mengabdi di Kementerian ATR/BPN.

“Selamat Bu Arie. Senang bekerja dengan Ibu selama hampir 3 tahun. Saya merasakan Ibu Arie bekerja karena keberanian membuat keputusan karena benar, tidak ada konflik kepentingan,” kata Sofyan A. Djalil.

Menutup acara, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Surya Tjandra menyampaikan terkesan dengan dedikasi Arie Yuriwin terhadap pekerjaan yang dilakukan, setidaknya terdapat 7 (tujuh) kualitas personal yang dimiliki Dirjen Pengadaan Tanah ini, yaitu 1) keteladanan, 2) ownership, mencintai pekerjaannya, punya passion dan kebanggaan, 3) nothing to lose menghasilkan keberanian, 4) Influencer, dapat merangkul semua orang dan membuat orang terpengaruh, 5) Supel dan luwes, temannya banyak, 6) Nyali dan keberanian, penuh perhitungan, 7) Ketenangan dalam tekanan.

Pos terkait