Lagi Predator Seks, Komnas PA: Sukabumi Darurat Kejahatan Seksual

  • Whatsapp
Lagi Predator Seks, Komnas PA: Sukabumi Darurat Kejahatan Seksual

WARTALIKA.id – Kasus kejahatan seksual dalam bentuk sodomi kepada puluhan anak yang diduga dilakukan seorang pria berinisial FCR (23 ), warga Kalapanunggal, Sukabumi, Jawa Barat mendapat perhatian serius dari Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait.

Terungkapnya kasus tersebut, Arist menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polsek Kalapanunggal dan Polres Sukabumi atas kerja kerasnya, dimana kurang lebih dari 24 jam berhasil meringkus terduga FCR.

Sebelumnya lima tahun yang lalu, kasus serupa juga pernah geger di Sukabumi. Tersangka inisial E (24) diduga telah menyodomi sebanyak 112 orang anak di bawah umur.

“Belum lagi kasus kejahatan seksual yang dilakukan oleh ibu kandung terhadap anaknya. Kemudian kasus kejahatan seksual secara bersama-sama lebih dari 10 orang anak. Meningkatnya kasus incest yakni persetubuan sedarah juga banyak dijumpai di Sukabumi dan kasus-kasus kekerasan seks bentuk lainnya,” ujar Arist dalam keterangannya kepada wartalika.id di Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Oleh kerana itu kata Arist, tidaklah berlebihan jika Sukabumi darurat kekerasan seksual.

“Ironisnya, kejahatan seksual yang menyimpang dan dilakukan PCR sejak tahun 2019. Sementara terdata baru 39 anak laki-laki yang menjadi korban pencabulannya,” sebut Arist.

Adapun modus yang dilakukan pelaku yaitu berpura-pura mengajar ilmu kanuragan kepada korbannya.

Bedasarkan pengakuan PCR perbuatan cabul yang dilakukannya terhadap anak dibawah umur ini antara lain dalam bentuk sodomi dan oral seks lewat anus dan memegang alat vital korban.

Saat ini pelaku sudah diamankan Polres Sukabumi pada Minggu 28 Juni 2020 lalu, untuk dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya. Polisi masih mencari informasi dugaan korban lainnya.

Atas kejahatan yang tergolong “extraornary crime”, Komnas PA mendesak Polres Sukabumi untuk menjerat pelaku dengan pasal 82 ayat (4) undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penerapan Perpu No. 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal 10 tahun maksimal 20 tahun pidana penjara ditambah sepertiga karena korban lebih dari satu orang.

“Kami segera memberikan pendampingan dan terapi psikososial terhadap puluhan korban, Komnas PA Jabar Tim Psiko Sosial Terpadu dengan melibatkan psikolog, aktivis pegiat perlindungan Anak di Sukabumi dan Garut, P2TP2A Sukabumi dan pihak Kepolisian,” pungkasnya.

Arist juga menambahkan pihaknya bersama LPA Garut dan Perwakilan Komnas Anak Jawa Barat akan diawali dengan kegiatan “need assesement” yakni pemetaan dan inventarisasi masalah pada Senin (7/7) mendatang dan bertemu dengan Korban, pelaku dan Polres Sukabumi.

  • Whatsapp

Pos terkait