Biadab, Bukan Melindungi Malah Tega Cabuli Putrinya Sendiri

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Seorang pria berinisial S (60) diduga telah mencabuli anak putri bungsunya sendiri yang masih dibawah umur di Depok, Jawa Barat.

Ironisnya, ayah kandungnya ini pernah terjerat kasus serupa terhadap putri pertamanya yang saat itu masih berumur 9 tahun hingga divonis penjara selama 3 tahun.

Kasus pencabulan kedua kali ini terkuak setelah ibu korban mengadu kepada Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Belakangan diketahui kasus itu telah dilaporkan ke polisi sejak Oktober 2019. Namun hingga saat ini pelakunya belum ditangkap.

“Sungguh malang nasib anak dibawah umur berinisial SS (10) yang masih duduk di bangku sekolah dasar mendapatkan tindakan kekerasan seksual yang diduga dilakukan bapak kandungnya sendiri,” ujar Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait saat mendampingi ibu korban di Balai Wartawan Pemkot Depok, Selasa (14/07/2020).

Menurut pengakuan ibu korban tindakan bejad bapak kandungnya ini diketahui saat korban SS bercerita kepada kakak kandungnya bahwa dirinya telah dilakukan pelecehan seksual sebanyak 10 kali oleh ayahnya.

“Kasus kekerasan seksual terhadap anak kandungnya terjadi yang ke dua kalinya. Kali ini korbannya putri bungsunya sendiri yang dilakukan orang yang sama yaitu bapak kandungnya sendiri,” ujarnya.

Arist mengungkapkan, pada fase Covid-19 saat ini sudah terdapat beberapa kasus kejahatan seksual bahkan sangat tinggi yang menimpa anak-anak.

Atas peristiwa itu, lanjut dia, bahwa ayahnya sudah melakukan tindak kekerasan seksual terhadap dua orang putrinya ini sudah dianggap sebagai residivis karena telah melakukan hal yang sama.

“Pelaku sudah masuk residivis, jadi dalam UU No 17 tahun 2016 residivis itu bisa dihukum diatas 10 tahun atau seumur hidup bahkan bisa dilakukan tindakan kebiri karena pelaku telah melakukan tindakan yang sama dan pernah dihukum. IItu sudah masuk residivis,” ucap Arist.

Dijelaskannya, didalam UU tersebut sudah masuk katagori residivis.

“Jadi seseorang yang melakukan tindakan yang sama apalagi itu dilakukan didalam lingkungan keluarga maka dia bisa diancam 10 atau 20 tahun penjara ditambahkan 1/3 dari hukuman,” sebut Arist.

  • Whatsapp

Pos terkait