Komnas PA Sebut Sukabumi Zona Merah Kasus Kejahatan Seksual Anak

  • Whatsapp
Korban Kejahatan Seksual Guru di Lamongan Segera Mendapat Psikososial Terapy
Foto : Arist Merdeka Sirait (dok : Tribunnews.com)

WARTALIKA.id – Kasus kejahatan seksual terduga berinisial TA (42) oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap korban anak perempuan inisial HJ (16) seorang pelajar SMA mendapat atensi serius dari Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait.

Ironisnya, pencabulan ini dilakukan TA di Rumah Dinas (Radin) Dinas Keagamaan di Kota Sukabumi pada Sabtu 27 Juni 2020 itu, menambah panjang daftar kasus kejahatan seksual anak yang terus terjadi di Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi.

Menurut Arist, untuk menindaklanjuti peristiwa kejahatan seksual yang tidak henti-hentinya di Sukabumi, Tim Investigator dan Rehabilitasi Sosial Anak Jawa Barat bersama Tim Komnas Perlindungan Anak segera berkoordinasi dengan Polres Sukabumi untuk membongkar apa penyebabnya yang terus berulang kasus kejahatan seksual di Sukabumi ini.

“Dalam waktu dekat Komnas Perlindungan Anak akan segera mengagendakan bertemu dengan dua pejabat yakni Bupati dan Walikota Sukabumi untuk membicarakan peristiwa kejahatan seksual yang terjadi dan mencari tahu dasar mengapa Sukabumi digolongkan dan di kategorikan kondisi zona merah kasus kekerasan seksual terhadap anak,” ujar Arist dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (19/7).

Mengingat berbagai jenis dan bentuk kejahatan seksual di Sukabumi terus-menerus terulang dan mengancam kehidupan anak-anak, untuk itu Komnas Perlindungan Anak bersepakat dengan Polresta Sukabumi untuk menerapkan pasal berlapis bagi para Predator-predator kekerasan seksual terhadap anak.

“Yakni, dengan menjerat pelaku dengan UU RI Nomor : 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan seumur hidup,” tegas Arist.

Ia menceritakan, kasus kejahatan seksual yang menimpa HJ, menurut, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKBP Cepi Hermawan bahwa peristiwa kejahatan seksual terjadi pada hari Sabtu 27 Juni 2029 sekira pukul 22.00 WIB saat korban pergi ke sebuah warung tidak hauh dari Rumah Dinas Dinas keagamaan.

Waktu itu saat dalam perjalanan menuju warung korban HJ merasakan sakit perut dan bergegas pergi ke kamar mandi di lokasi kantor tersebut.

Saat keluar dari tiolet, korban yang masih berstatus pelajar itu bertemu dengan pelaku yang langsung menarik tangan korban dan membawanya ke dalam kamar mandi. Pelaku pun melakukan tindakan bejatnya dan mengancam korban untuk tidak memberitahukan kepada siapapun.

Dengan kerja keras dan cepat, Polresta Sukabumi sudah mengamankan pelaku untuk dimintai pertanggungjawaban hukumnya.

“Atas kerja cepat rekan-rekan penyidik Polresta Sukabumi, Komnas Perlindungan Anak Jawa Barat dan Komnas Perlindungan Anak mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi,” pungkas Arist.

  • Whatsapp

Pos terkait