AJI Jakarta: Mengecam Tindakan Oknum Humas Kejagung Intimidasi Wartawan

  • Whatsapp
AJI Jakarta
AJI Jakarta

WARTALIKA.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam tindakan intimidatif dan kekerasan Kepala Subdirektorat Media dan Humas Kejaksaan Agung, pada Kamis (16/7/2020).

Tindakan itu dilakukan Muhammad Isnaini kepada jurnalis Law-Justice Ricardo Ronald berupa tindakan pemukulan.

“Apalagi dilakukan seorang pejabat institusi penegak hukum tidak bisa ditolerir,” kata Erick Tanjung.

Ketua advokasi AJI itu dalam siaran persnya sangat menyesalkan peristiwa tersebut.
Mulanya, jurnalis Law-Justice Ricardo Ronald sedang melakukan peliputan berupa doorstop kepada Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono sekitar pukul 16.00 WIB.

Sekitar 16.20 WIB Ronald, menemui Hari, dan langsung memperkenalkan diri. Hari saat itu didampingi dua pejabat Puspenkum lainnya. Salah satunya, Kepala Subdirektorat Media dan Humas Puspenkum Kejaksaan Agung Muhammad Isnaini.

Tiba-tiba, perkenalan Ronald direspons dengan nada tinggi oleh Isnaini. Berdasarkan penuturan Ronald, Isnaini langsung menghardik dengan suara keras dan menunjuk-nunjuk dirinya.

Isnaini, kemudian memukul pipi Ronald, sambil mengatakan, “Oh, ini kamu yang kemarin. Saya, kan, bilang nanti kasih data!” hardiknya.

Sikap Isnaini diduga muncul karena pemberitaan Law Justice mengenai perkara yang ditangani Kejaksaan Agung.

Ronald menjelaskan, berita tersebut tidak berisi penjelasan Isnaini karena Isnaini tidak memberikan data sesuai waktu yang dijanjikan.

Setelah itu, Kapuspenkum kemudian membawa Ronald dengan cara merangkulnya, untuk dibawa ke ruang tamu Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung sekitar pukul 16.25 WIB. Dalam perjalanan itu, Isnaini kembali memukul punggung Ronald.

Pukulan itu dirasa Ronald cukup keras sehingga dia menegur Isnaini. Namun Isnaini menganggap itu merupakan bentuk keakraban.

Sesampainya di ruang tamu Puspenkum, Ronald masih melihat Isnaini, marah-marah dengan raut muka emosional. Dengan mengenakan pakaian dinas bahkan sempat mengajak berkelahi.

Tindakan Isnaini membuat pegawai Puspenkum lainnya menenangkannya.
Di ruang tamu ruang Puspenkum, Kapuspenkum Hari Setiyono mencecar Ronald beberapa pertanyaan mengenai latar belakangnya dan medianya.
Ronald mengaku medianya di bawah nauangan AJI.

Ronald baru ke luar dari ruangan itu pukul 17.20 WIB. Dia mengaku mendapat perasaan takut setelahnya. Itulah sebabnya, dia baru melaporkan masalah tersebut ke redaksi Law Justice pada Rabu (22/7/2020).

AJI Jakarta menegaskan tidak memiliki hubungan apapun dengan media Law-Justice dan media online itu juga bukan di bawah nauangan AJI.

“Kendati demikian, AJI Jakarta terus memperjuangkan kemerdekaan pers,” tegas Tanjung.

AJI Jakarta menilai, Kejaksaan Agung sebagai aparat penegak hukum telah menjadi tempat tindak pidana kekerasan terhadap jurnalis. Tindakan Isnaini terhadap Ronald adalah penganiayaan yang melanggar pasal 351 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Isnaini juga tidak mengindahkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal 4 UU Pers mengatur bahwa pers nasional berhak mencari, memperoleh, mengolah, dan menyebarluaskan informasi.

“Sementara, pasal 18 mengatur bahwa setiap orang yang menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik dapat dijerat ancaman pidana maksimal dua tahun penjara atau denda paling banyak Rp 500 juta,” Ketua AJI, Asnil Bambani senada Ketua Advokasi AJI itu dengan tegas mengingatkan semua pihak

Pos terkait