Komnas PA Pastikan Anak Indonesia Terbebas Dari Segala Bentuk Belenggu Eksploitasi

  • Whatsapp
Komnas PA Pastikan Anak Indonesia Terbebas Dari Segala Bentuk Belenggu Eksploitasi

WARTALIKA.id – Puncak Hari Anak Nasional (HAN) 2020, Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait memastikan agar anak Indonesia bebas dari segala bentuk belenggu eksploitasi, kekerasan, penelantaran penyiksaan, penganiayaan, perbudakan seks dan diskriminasi. Hal ini tentunya menjadi bentuk perhatian dan kewajiban semua pihak. Diantaranya keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara.

“Karena masa depan bangsa ini adalah masa depan anak-anak kita sekarang. Oleh karena itu tanggungjawab perlindungan anak adalah ditangan kita,” ujar Arist kepada WARTALIKA.id di Jakarta, Kamis (23/7) malam.

Selain itu Arist menegaskan agar anak dipastikan terbebas dari pengaruh narkoba, pornograpi, bully maupun eksploitasi seks komersial atau perbudakan seks yang saat ini menjadi fenomena yang sangat menakutkan dan dapat mengancam kehidupan anak-anak di Indonesia. Baik yang dilakukan jaringan sindikat nasional dan international.

“Kami juga mengimbau dan mengajak anak-anak di seluruh tanah air Indonesia agar berani katakan tidak pada narkoba, pornografi dan aksi tindak kekerasan,” paparnya.

Kepada anak-anak Indonesia Komnas PA meminta agar selalu mentaati aturan protokol kesehatan COVID-19 dengan cara hidup bersih seperti mencuci tangan dengan sabun, selalu menggunakan masker saat beraktivitas diluar rumah, menjaga jarak, ini dilakukan agar anak terhindar dari penyebaran wabah virus COVID-19.

“Bagi para orang orangtua dan keluarga terdekat ajarkan anak agar selalu setia menjalankan aturan protokol kesehatan COVID-19. Jangan biarkan anak terserang virus tersebut karena kelalaian kita,” ucap Arist.

Ia juga mengatakan, bahwa anak-anak layak untuk hidup sehat dan nyaman tumbuh berkembang dengan baik. Untuk itu peran orangtua jangan pernah lengah memberikan perhatian dan perlindungan bagi anak-anaknya. Mari bahu-membahu menjaga dan melindungi anak dari penyebaran COVID-19.

“Kepada anak-anak di seluruh Indonesia untuk tetap belajar dan sekolah di rumah saja. Sedangkan bagi pemerintah jangan paksakan anak-anak menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka alias datang langsung ke sekolah selama masa pandemi,” ujar Arist

Walau sekolah berada di zona hijau, kuning, dan oranye diimbau untuk tidak membuka kegiatan pembelajaran di sekolah.

“Belajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja meskipun di luar sekolah, di luar gedung, di tepi pantai dan sungai. Sekolah itu dapat dilakukan dimana saja,” kata dia.

  • Whatsapp

Pos terkait