KPAI Ingatkan Keluarga Tingkatkan Pengawasan Anak Saat Libur Idul Adha

  • Whatsapp

WARTALIKA. id – Menjelang Idul Adha 2020 begitu juga liburan sekolah. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta orang tua mengawasi anaknya saat ajang pulang kampung. Hal ini mengingat angka penderita Covid-19 masih tinggi, terutama anak anak berada dalam kunkungan besarnya angka tersebut.

Apalagi masa ketat lintas kota dan propinsi sudah merenggang. Tidak seperti saat pertama pandemi Covid-19 datang di masa puasa dan lebaran, banyaknya warga yang tidak pulang kampung halaman.

Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasa Putra mengatakan, kelompok kajian Covid-19 menemukan banyak anak-anak terpapar Covid-19 karena tertular dari keluarga dan bahkan ada anak yang meninggal.

“Berdasarkan data gugus tugas nasional pertanggal 19 Juli sebanyak 62 anak, sebagian usia meninggal anak belum sempat merayakan ulang tahun pertamanya,” kata Jasra dalam keterangannya kepada WARTALIKA.id di Jakarta, Rabu (29/7/2020) sore.

Namun disisi lain menurut dia, pembatasan yang sudah masuk setengah tahun membawa ancaman, kejumuan, kebosanan. Sehingga sedikit atau banyak menganggu kestabilan emosi dan kejiwaan di keluarga. Karena tak terhindarkan semua dititik beratkan di rumah.

“Untuk itu dapat dipastikan liburan Idul Adha kali ini, tempat tempat hiburan yang telah dibuka akan menjadi relaksasi keluarga, mereka yang belum pulang kampung sudah merencanakan perjalanan. Bahkan tiket-tiket perjalanan atau wisata mungkin sudah banyak diborong,” ungkap Jasra.

Dia menilai, tempat wisata dan hiburan maupun tempat rekreasi dimungkinkan akan dipenuhi pengunjung.

“Untuk itu penting sekali pembatasan di berlakukan di semua sarana transportasi dan lokasi wisata, protokol kesehatan diterapkan, berbagai sosialisasi demi kenyamanan selama menggunakan fasilitas di sampaikan sejak awal,” imbuhnya.

Dengan itu Jasra meminta, penyedia layanan mensyaratkan mendaftar terlebih dahulu sebelum ke lokasi bisa dengan online atau telepon. Menyampaikan syarat yang ketat, sehingga dapat dipatuhi.

Begitupun mereka yang akan sholat Idul Adha dan menikmati hewan kurban. Sangat butuh dijaga selama menunaikan ibadah, agar tidak menjadi klaster baru penularan.

“Jangan sampai masa liburan ini, menjadi ajang meningkatnya angka penyebaran dan korban. Untuk itu semua pihak punya kewajiban. Melarang saja bukan jawaban, tapi menegakkan aturan secara kemanusiaan sejak awal perlu ditekankan,” tegasnya.

Selain itu kata dia, Pemerintah seperti Kemenkes, Kepolisian, Kemenhub dan Kemenag serta Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota punya peran besar dalam mengantisipasi ini semua.

Ini dilakukan agar masyarakat terutama kelompok rentan seperti anak, lansia dan perempuan dapat terlindungi selama liburan. Sarana kesehatan dan tenaga kesehatan penting mengantisipasi liburan kali ini. Agar semua pihak bersiap diri.

“Tentu kita juga harus ingat, para petugas garda terdepan perlawanan Covid-19 yang sudah banyak menjadi korban. Baik meninggal, tidak bisa menikmati waktu bersama keluarga, mereka berkurban jiwa raga dan nyawa,” tambahnya.

Sehingga pada saat liburan Idul Adha kali ini, semua punya tanggung jawab bersama.

“Terakhir, ramainya ajakan relawan vaksin, agar tidak mencobanya ke anak-anak. Sebelum benar-benar dipastikan aman,” paparnya.

  • Whatsapp

Pos terkait