Komnas PA Pertanyakan Kasus Sodomi Terulang Lagi di Sukabumi

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Ketua Komis Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mempertanyakan kasus tindak pidana pelecehan seksual terhadap 7 anak di bawah umur dalam bentuk sodomi kembali terulang di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Arist, kasus sodomi ini diduga dilakukan oleh tersangka inisial T seorang kakek berusia 70 tahun dikontrakannya dikawasan Cisaat pada Senin 27 Juli sekitar pukul 19.00 WIB .

Kasus ini terungkap setelah salah satu korban berinisial S (9) mengeluh sakit di bagian dada. Saat ditanya oleh orang tuanya korban mengaku dibawa masuk T kekontrakannya kemudian dipegang bagian kemaluannya setelah itu korban diberi uang sebesar Rp 5.000 dan permen.

Setelah kejadian diketahui orang tua korban langsung melapor ke ketua RT setempat dan pihak kepolisian. Terduga T  kini sedang dicari keberadaannya.

“Atas perbuatannya sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu Nomor : 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 khususnya pasal 81 dan 82 tentang Perlindungan Anak. Terduga pelaku terancam dengan pidana minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun,” ujar Arist dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (31/7) sore.

Atas peristiwa itu, Komnas Perlindungan Anak segera melakukan koordinasi dengan Polresta Sukabumi untuk bersama-sama menyamakan persepsi terhadap tindakan kasus pidana kejahatan seksual sodomi anak dibawah umur.

“Komnas PA sangat percaya terhadap kerja keras Polresta Sukabumi yang telah dibangun bersama dalam satu visi dan misi untuk sepakat tidak ada kata toleransi dan kata damai terhadap segala bentuk kejahatan seksual terhadap anak,” ucap Arist.

Tentunya kata dia, ini harus dijadikan perhatian serius masyarakat, karena kasus-kasus kejahatan seksual yang terus terjadi baik yang dilakukan perorangan maupun secara bergerombol.

“Pertanyaannya, apa yang selama ini yang telah dikerjakan oleh pemerintah setempat untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap anak,” tegas Arist.

Disisi lain, Komnas PA mendorong pemerintah daerah khususnya Kabupaten dan Kota Sukabumi harus bangkit bahu-membahu dengan melibatkan masyarakat untuk melakukan tindakan aksi bersama-bersama menyatakan perang terhadap kejahatan seksual di Sukabumi.

“Mari kita cegah agar kasus serupa tidak terulang kembali,” tuturnya.

  • Whatsapp

Pos terkait