Terapkan Peraturan Tentang Protokol Kesehatan di Tahanan, Harapan Arnol

WARTALIKA.id – Arnol Sinaga, SH, SE., Praktisi Hukum menyarankan Kepolisian dan Kejaksaan mengeluarkan peraturan terkait penahanan di masa pandemi covid-19. Advokat muda yang aktif di bidang Pidana, meminta kepada Kepolisian dan Kejaksaan menerapkan aturan terkait tahanan yang memenuhi standar protokol kesehatan, saat dihubungi, Jakarta, Jumat (07/08/2020).

Menurutnya, perlu perhatian dan diterapkan juga terhadap proses penahanan. Sama halnya dengan Peraturan Jaksa Agung yang baru-baru ini terbit mengenai keadilan restoratif yang kita apresiasi. Tetapi hanya untuk perkara yang sifatnya mendesak (red-urgently) berdasarkan keadaan, situasi dan kondisi yang memenuhi syarat untuk ditangguhkan penahanannya.

Baca Juga :

“Oleh karena itu, sangat perlu adanya satu terobosan dari pihak Kepolisian maupun kejaksaan untuk menangguhkan penahannya. Peraturan terkait penangguhan penahanan saat masa pandemi covid-19 harus segera direalisasi oleh para penegak hukum demi mencegah lajunya penularan virus covid-19,” ujar Arnol Sinaga saat dihubungi, wartalika.id Jumat (07/08/2020).

Bayangkan kata Arnol sapaan akrabnya, jika banyak tahanan di masa pandemi covid-19 yang berada dengan ruangan yang sempit, kedatangan tamu yang besuk atau berkunjung. Baik itu dari keluarga maupun kerabat. Dimana bisa saja terjadi resiko penularan ataupun tertular covid-19.

“Bagaimanapun protokol kesehatan ini, demi mencegah penyebarluasan covid-19 di tempat tahanan. Tentu hal ini harus ditegakkan di semua tempat tidak terkecuali di Rumah Tahanan atau Lembaga Permasyarakatan,” tukasnya.

Kata Arnol, syarat-syarat penangguhan penahanan tersebut pun harus benar-benar matang. Misalnya tindak pidana ringan, tindak pidana yang ancaman hukumannya di bawah 5 tahun, atau ada pihak keluarga yang menjamin bahwa tersangka/terdakwa tidak akan melarikan diri ataupun menghilangkan barang bukti.

“Perlu diketahui saat ini sudah 20 orang tahanan di Samsat Polda Metro Jaya terpapar virus covid-19 dan telah sembuh sebagaimana informasi di berbagai media, Selasa, 28 Juli 2020 lalu. Hal ini bukan sudah jelas dan menjadi fakta di lapangan,” pungkas Arnol.

Pos terkait