Deli Serdang Sebagai Zona Merah, Arist: Pelanggaran Hak anak

  • Whatsapp
Komnas PA
Foto ilustrasi
Ketua Koordinatoriat PWI Jakbar Kornelius Naibaho

WARTALIKA.id – Komisi Nasional Perlindungan Anak menyampaikan berdasarkan data dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Propinsi Sumatera Utara dan LPA Deli Serdang menunjukkan angka kejahatan kekerasan seksual terhadap anak terus meningkat. Khususnya di Deli Serdang yang masuk dalam kategori zona merah setelah kota Medan.

“Ini menjadi timbul sebuah pertanyaan. Ada apa dan mengapa kasus pelanggaran dan kekerasan seksual terhadap anak di Deli Serdang menjadi mendominasi,” ujar Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait, Senin (10/8/2020).

Baca Juga :

Menurutnya, belum lagi masyarakat Deli Serdang digegerkan kasus gengrape, dimana Polres Deli Serdang berhasil menangkap 7 orang pelaku kasus kejahatan seksual terhadap seorang korban gadis remaja berusia 16 hingga ke tingkat Pengadilan.

“Kemudian juga kasus dugaan prostitusi online anak dan narkoba yang disinyalir difasilitasi salah satu Hotel di Lubuk Pakam yang dikabarkan pemiliknya adalah salah seorang anggota dewan di Deli Serdang. Konon saat ini sedang heboh dibicarakan kalangan media dan masyarakat,” kata Arist.

Selanjutnya, kasus kekerasan seksual dalam bentuk pedofilia yang dilakukan seorang pemangku keagamaan di Deli Serdang terhadap 10 orang anak.

Belum lagi tambah Arist, peristiwa kasus rudalpaksa terhadap remaja putri berusia 12 tahun yang diduga dilakukan seorang ayah tirinya berinisial S (52) di Kecamatan Tanjung Morawa. Atas perbuatannya S berhasil ditangkap Polres Deli Serdang atas laporan ibu kandungnya inisial HM (41).

“Pelaku kejahatan seksual dengan cara rudalpaksa kepada anak tirinya yang masih berusia 12 tahun patut mendapat ancaman hukuman pidana 15 tahun penjara,” tegas Arist.

Ia melihat apa yang dilakukan oleh ayah tirinya ini merupakan tindak pidana luar biasa (extraordinary crime) maka patut diancam diatas hukuman 15 tahun penjara dan hukuman tambahan sepertiga dari pidana pokoknya menjadi 20 tahun pidana penjara. Seharusnya sosok tersangka S menjadi figur ayah, dimana wajib melindungi seorang putrinya bukan menodai.

“Meningkatnya kasus-kasus kejahatan terhadap anak yang berada di Deli serdang sebagai zona merah kekerasan seksual terhadap anak. Kami meminta pemerintahan Deli Serdang bersama DPRD dan pemangku kepentingan perlindungan anak termasuk organisasi sosial kemasyarakatan mendorong masyarakat Deli Serdang untuk bahu membahu membangun aksi memutus mata rantai kekerasan terhadap anak,” imbuhnya.

Ditegaskannya, jangan biarkan Polri bekerja sendiri untuk menjadikan kasus tindak pidana kejahatan terhadap anak terang benderang di Deli Serdang, Komnas Perlindungan Anak bersama LPA Deli Setdang terus berkordinasi dengan Polres Deliserdang dan pemangku dan pegiat perlindungan anak di Deli Serdang.

“Masyarakat harus membantu Polisi untuk mengungkap segala bentuk eksploitasi dan pelanggaran hak anak,” jelas Arist

Pos terkait