Pemilik Karaoke Pekerjakan Anak di Bawah Umur, Komnas PA: Cabut Izin Usahanya

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Ketua Umum Komisi Nasional (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mendesak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang untuk menutup dan mencabut ijin bagi tempat usaha karaoke yang mempekerjakan gadis dibawah umur untuk tujuan eksploitasi seksual komersial dan kepentingan ekonomi.

Hal ini ditegaskan Arist, terkait karaoke di Semarang atas pemilik berinisial RPW (23) yang ditangkap polisi lantaran mempekerjakan gadis di bawah umur sebagai pemandu lagu atau LC.

Baca Juga :

“Atas kasus ini, apapun alasannya, RPW pemilik Karaoke yang telah melakukan tindak pidana eksploitasi seksual komersial atau mempekerjakan anak dibawah umur terancam paling lama 15 tahun dan minimal 5 tahun pidana penjara,” ujar Arist kepada WARTALIKA. id  di Jakarta, Sabtu (22/8/2020)

Selain itu menurut dia, tersangka dapat juga diancam dengan ketentuan pasal mempekerjakan anak dalam pekerjaan terburuk.

Guna penegakan hukum yang berkeadilan bagi korban dan untuk memutus mata rantai eksploitasi seksual komersial dan eksploitasi ekonomi terhadap anak khususnya di kota Semarang, Arist meminta Komnas Perlindungan Anak Jawa Tengah untuk segera mendampingi korban baik secara hukum maupun pendampingan psikologis.

Sebelumnya diberitakan, Polrestabes Semarang menangkap RPW pemilik tempat karaoke Niszar yang mempekerjakan anak di bawah umur sebagai pemandu lagu di sekitar area relokasi Pasar Johar Baru, Kota Semarang, Jawa Tengah.

“Tersangka memperkerjakan anak di bawah umur. Korban dipekerjakan sebagai pemandu lagu dan bertugas melayani tamu karaoke,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Asep Mauludin saat jumpa pers, Rabu (19/8/2020).

Penangkapan dilakukan tanggal 21 Juli 2020 lalu. Korban dibayar antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per jam untuk melayani tamu yang datang ke tempat karaoke.

Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 88 jo Pasal 76 I UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau pengusaha dilarang memperkerjakan anak dan Pasal 183 jo Pasal 74 (2) huruf D UU RI nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” jelas Asep.

Sementara itu, tersangka RPW mengaku tidak mengetahui jika korban masih di bawah umur.

“Yang bersangkutan datang untuk mendaftar kerja,” kata dia.

 

Pos terkait