Geram! Wakil Jaksa Agung: Meluruskan Pemberitaan dan Informasi Miring

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Geram Disudutkan, Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi Buka Pelaksanaan Eksekusi Kasus Hak Tagih Cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra Senilai Rp 546 Miliar di Bank Permata, dalam konperensi pers, di kantor sementara, Komplek Badiklat Kejaksaan Republik Indonesia, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (25/08/2020).

Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia, Dr Setia Untung Arimuladi meluruskan sejumlah pemberitaan dan informasi miring terkait eksekusi hak tagih atau cessie Bank Bali terhadap kejahatan yang dilakukan Joko Soegiarto Tjandra senilai Rp 546 miliar.

Bacaan Lainnya

Mantan Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Kejaksaan Republik Indonesia (Kabandiklat) itu geram dengan sejumlah pemberitaan yang simpang siur, yang cenderung menyudutkan kinerja Kejaksaan.

“Saya Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia, Setia Untung Arimuladi, saat itu pada tanggal 29 Juni 2009, pukul 19.00 WIB, saya selaku Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kajari Jaksel) waktu itu, telah melaksanakan eksekusi uang milik Joko Tjandra di escroll account kurang lebih senilai Rp 546 miliar di Bank Permata. Saya selaku jaksa eksekutor telah melaksanakan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap,” ungkap Setia Untung Arimuladi, dalam konperensi pers, di kantor sementara, Komplek Badiklat Kejaksaan Republik Indonesia, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (25/08/2020).

Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kajati Jabar) ini meluruskan sejumlah kesimpangsiuran pemberitaan yang cenderung menyerang dan menyudutkan kejaksaan dalam penanganan perkara ini.

“Perlu saya luruskan berita-berita yang simpang siur dan menyesatkan warga masyarakat. Ini saya buka bukti-bukti pelaksanaan eksekusi itu di Bank Permata,” tandas Setia Untung Arimuladi.

Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau (Kajati Riau) itu melanjutkan, pada pelaksanaan eksekusi yang dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2009 itu, proses administrasinya sangat panjang dan alot.

Saat itu pelaksanaan eksekusi juga diliput oleh media massa. Dia menunjukkan Surat Perintah untuk pelaksanaan eksekusi.

“Saya selaku Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan telah memerintahkan anggota saya, salah satunya Kepala Seksi Pidana Khusus, Saudara Sila Pulungan. Dan bahkan eksekusi pun ke Bank Permata, saya ikut menyertai pelaksanaan eksekusi,” lanjutnya.

Kemudian, mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) itu menunjukkan bukti Berita Acara Eksekusi yang ditandatangani oleh Pejabat Bank Permata saat itu.

Pelaksanaan eksekusi dilakukan pada Hari Senin, tanggal 29 Juni 2009. Eksekusi yang dilakukan oleh jaksa terhadap uang sebesar Rp 546 miliar itu dilakukan secara Real Time Gross Settlement atau RTGS, yang langsung disetorkan ke Kas Perbendaharaan Negara di Kementerian Keuangan.

“Ini bukti setor, yang langsung disetorkan ke Kas Perbendaharaan Negara,” tunjuknya.

Jika ada pihak yang merasa tidak yakin, Setia Untung Arimuladi menantang semua pihak untuk membuktikan apakah dirinya benar melaksanakan eksekusi itu atau tidak.

Untung juga menyertakan bukti-bukti pemberitaan dan proses eksekusi pada waktu itu. Serta jejak-jejak digital yang ada.

“Hari ini saya menjelaskan kepada seluruh warga masyarakat, untuk tidak berspekulasi, untuk tidak menyudutkan kejaksaan selaku eksekutor. Saya harapkan berita-berita yang positif yang tidak menyesatkan warga masyarakat,” jelasnya.

Walaupun saat ini, lanjutnya, Kejaksaan sedang dilanda duka, dengan begitu mencekamnya Kejaksaan Agung diserang oleh api dan kebakaran.

“Tetapi kami seluruh warga kejaksaan tetap semangat. Bahwa sampai kapan pun, kami tidak akan kendor untuk melakukan penegakan hukum demi kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandas Setia Untung Arimuladi.

Pos terkait