DPR RI dan Kemenkominfo Dukung Seminar Virtual 

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Seminar secara virtual dengan tema, “Peran Media Masa dalam Menghadapi Covid 19 di Era Adaptasi Kebiasaan Baru”, telah dilaksanakan secara online dan livestreaming youtube di channel Ditjen IKP Kominfo dari Jakarta, Kamis(3/9/2020).

Seminar ini dihadiri 150 peserta dari berbagai kalangan masyarakat, ibu rumah tangga, penggiat lingkungan, pelajar, mahasiswa, pemuda, tokoh masyarakat, dan konstituen anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadhlullah.

Bacaan Lainnya

Peserta berasal dari pemilihan Dapil Aceh 1 dari berbagai Kabupaten dan Kota, yaitu Sabang, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Subulussalam, Aceh Singkil, dan Simeulu yang dilaksanakan menggunakan aplikasi zoom.

Acara seminar tersebut menurut panitia penyelenggaran dilaksanakan atas kerjasama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR – RI) dengan Kementerian Komunikasi dan Informatikan (Kemenkominfo – RI).

“Seminar virtual yang dihadiri 150 peserta dari berbagai kalangan konstituen Bapak Fadhlullah, Anggota Komisi I DPR RI berkerjasama dengan Kemenkominfo RI, “ujar Magoningsih.

Lebih lanjut ia mengungkapkan narasumber yang hadir dalam seminar virtual tersebut; Fadhlullah(DPR RI), Prof. Dr. Muktiyo(Dirjen Komunikasi Publik Kominfo) dan Yusrizal (Tenaga Ahli Anggota DPR RI).

Acara tersebut belangsung dengan baik. Pembicara pertama, Fadhlulah, menyampaikan dari istilah media massa atau pers yang mulai digunakan 1920, fungsi media massa, jenis media masa, peranan media massa, hingga persoalan pemberitaan terkait dengan penyakit virus corona (Covid-19).

“Dalam masa pandemic covid-19 media massa sangat berperan dalam menyampaikan informasi kepada publik, jadi setiap informasi masyarakat harus memilah mana yang benar dan mana yang hoax. Kita semuanya harus mengikuti protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.” tegas Fadhlullah.

Pembicara ke dua, Prof. Dr. Muktiyo, menyampaikan terkait dengan dunia tak pernah sama lagi, kenormalan baru, tujuan utama tatanan normal baru. “Behavioral change melalui komunikasi publik yang sistematis dan komprehensif untuk memutus mata rantai Covid -19, terutama dengan memastikan physical distancing,” ujar Guru Besar Ilmu Komunikasi (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan data hoaks terkait covid-19 periode 25 Januari – 31 Agustus 2020, temuan isu hoaks covid 19, ada 1.072 kasus.

Kementerian Kominfo telah melakukan upaya untuk memantau dan mengatasi dampak buruk dari melimpahnya pemberitaan seputar pandemic yang memunculkan kecemasan, frustasi, kecenderungan memunculkan sensasi, reproduksi ketakutan yang tidak memiliki landasan jelas, sampai kecenderungan disinformasi hingga hoaks.

Pembicara ke tiga Yusrizal, (TA. DPR – RI) mengatakan, platform Digital di Era Post Covid-19. Terkait meningkatnya penggunaan media digital di era covid -19, faktor-faktor yang mempengaruhi hingga trend media digitasl pasca covid-19.

“Faktor-faktor ini dipengeruhi dengan adanya kebijakan PSBB, Work from home (WFH) berkerja dari rumah, sumber informasi, hiburan, dan media belajar,” ungkap Yusrizal.

Seminar yang didukung Kemenkominfo berkerjasama dengan DPR RI tersebut dilaksanakan sekaligus agar terwujudnya sosialisasi. Adanya satu persepsi yang sama antara pemangku kepentingan dengan masyarakat diera digital.

Peran media massa sangat besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait dengan pandemi covid-19 sehingga masyarakat mendapat informasi yang utuh untuk menghadapi pandemi virus corona covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah, yakni sosialisasi anti hoaks.

Seminar secara virtual tersebut dilaksanalan pada Kamis, 3 September 2020 pukul 14.00 – 16 WIB, bertindak sebagai moderator Yunidar Z.A dan Hostnya adalah Mahdawi. Acara ini berjalan dengan sukses dan lancar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Fadhlullah, (DPR RI) dan Kemenkominfo khususnya Kepada Bapak Prof. Dr. Muktiyo, sebagai Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik yang telah mempercayakan kepada kami sebagai pelaksana kegiatan seminar virtual tersebut.” tutup Margonisih.

 

Pos terkait