Pornas Korpri XV, Momentum ASN Berlari Cepat untuk Berinovasi

  • Whatsapp

WARTALIKA.idKorps Republik Indonesia (Korpri) menggelar Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri ke-XV. Dengan ajang ini, Korpri diajak untuk berlari lebih cepat, melompat lebih tinggi, berinovasi, dan menghilangkan praktik korupsi. Hal tersebut diungkapkan Menteri PANRB Tjahjo Kumolo, saat membuka Pornas Korpri XV tahun 2019, di Pangkalpinang, Senin (11/11).

“Saya ingin, kita semua menjadi birokrasi yang inovatif. Dan mampu memberikan pelayanan yang baik, cepat dan mampu menghilangkan praktik korupsi,” ujar Menteri Tjahjo.

Bacaan Lainnya

Idul Fitri 1441 H

Sebanyak 3.985 peserta dari 34 Provinsi dan 46 kementerian/lembaga, yang sudah terdaftar untuk mengikuti ajang ini. Terdapat sembilan cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam ajang Pornas XV Korpri, diantaranya futsal, tenis meja, tenis lapangan, voli, lari 10 kilometer, catur, bulutangkis, senam, dan gateball. Ajang dua tahunan ini digelar pada 10 hingga 18 November 2019.

Dengan diadakannya Pornas Korpri XV di Kepulauan Bangka Belitung, diharapkan bisa jadi momentum seluruh anggota Korpri untuk berkarya penuh inovasi, dan melayani masyarakat tanpa diskriminasi. Ajang olah raga seluruh instansi pemerintah ini harus bisa menjadi perekat dan pemersatu bangsa melalui pembentukan watak dan kebiasaan positif bagi setiap diri pegawai melalui kegiatan berolahraga.

Bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), digelarnya Pornas mampu meningkatkan kesehatan dan kebugaran, kualitas hidup, sportivitas, prestasi, dan disiplin kerja, serta penanaman nilai moral yang baik dan akhlak yang mulia. Perlu digarisbawahi, tema Pornas Korpri tahun ini adalah Sehat, Melayani, Menyatukan Bangsa.

Tentu saja, ajang ini tidak bisa terlepas dari peran para ASN, yakni melayani masyarakat dengan birokrasi yang tidak berbelit. Menteri Tjahjo mengajak seluruh anggota Korpri untuk terus menerus bergerak mencari terobosan, serta terus menerus melakukan inovasi. Menurutnya, Inovasi adalah ruhnya birokrasi.

Pos terkait