Cinta Memang Fitrah Setiap Insan

Seorang Muslim sudah seharusnya menjaga ketaatan dirinya kepada Allah SWT, lalu bagaimana meningkatkan. CINTA adalah perasaan hati yang menjadi fitrah setiap insan. Rasa cinta juga menjadi sunnatullah makhluk hidup. Bahkan, hewan pun punya rasa cinta, hanya saja kita tidak pernah tahu kecuali hanya melihat wujud perilaku, seperti seekor kucing yang menyusui anak-anaknya, atau beberapa hewan lain. Dengan rasa cinta itulah manusia sebagai zmakhluk sosial bisa hidup dan berkembang biak.

Atas dasar cinta pula sebuah komunitas bisa bahu-membahu menguatkan satu sama lain untuk terus bangkit dan bergerak menjadi lebih baik. Bahkan, perjuangan dakwah yang melalui jalan berduri, licin dan terjal ini pun akan terasa indah jika para pelaku dakwahnya memiliki rasa cinta dan saling mencintai satu sama lain.

Baca Juga :

Benar kata pepatah, “Cinta membuat orang lemah menjadi kuat. Cinta membuat orang takut jadi berani dan jangan lupa, karena skandal cinta pula yang membuat seorang penguasa menjadi hancur tak berbekas. Cinta memang fitrah setiap insan. Namun, bagaimana cara meletakkan rasa cinta yang sesuai pada tempatnya, itulah yang seharusnya dilakukan seorang muslim.

Yang kuperlukan bukan lagi kecantikan, kemolekan, dan pertunjukan kesalehan, melainkan ketertundukan dan keberserahan dirimu pada cinta yang kau pilih sendiri.

Berbicara CINTA, benar benar istilah yang misterius yang tidak pernah ada masa habisnya dibicarakan, mulai dari tingkat anak-anak sampai nenek-nenek pasti kenal terhadap mahluk lima huruf ini. Ada sebagian orang yang berpendapat CINTA itu anugerah, ada juga sebagian yang berpendapat cinta itu musibah dan masih banyak VERSI lain yang berpendapat soal cinta, tapi ahhhh ini tidak terlalu penting. Yang terpenting dalam pembahasan kita kali ini, adakah cinta itu yang sesuai dengan tuntunan ROSUL…?

Jika kita mau meneliti kembali terhadap fenomena dewasa ini dengan apa yang telah di alami oleh kaum remaja mereka begitu berantosias dalam memperaktikan cinta. Mereka mengartikan cinta hanya dengan sekelumit cara  yang diperkenalkan leh hawa nafsu, yaitu sebuah cinta yang diperkenalkan melalui ke elokan bentuk tubuh, atupun cinta yang diperkenalkan melalui kemilaunya harta, dan begitupun cinta yang diperkenalkan lewat cemerlangnya tahta.

Persepsi-persepsi singkat ini yang kemudian mereka praktekkan dalam prilaku nyata, ternyata bukan sebuah cara yang baik dalam menuai hakikat cinta yang sebenarnya. Perhatikan saja, dengan mudah mereka menganggap ini cinta, dikit dikit cinta akibatnya bisa tidak karuan, sudah berapa ratus bahkan ribuan  anak yang hamil di bawah umur, itupun yang ketahuan. Lain lagi yang Aborsi, bunuh diri, minggat dan semacamnya.

Pos terkait