Membaca Sosok Pengatur Pertemuan Dua Tokoh Besar Bangsa “Jokowi dan Prabowo”

Foto : Samuel F Silaen
GTV

WARTALIKA.id – Sosok-sosok di balik layar turut andil menginisiasi pertemuan antara Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Baik Jokowi maupun Prabowo memiliki sosok yang berkontribusi di balik perjumpaan keduanya.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F Silaen, mengatakan siapa sosok yang paling sentral dalam menginisiasi pertemuan jokowi dengan prabowo?. Pertanyaan ini muncul dikalangan para aktivis dan elite politik partai koalisi pendukung jokowi. Meski tidak tunggal mari kita coba bedah satu sosok dan kepentingan yang mengikutinya.

“Saya mencoba menerawang dan juga katanya bahwa sosok itu adalah ‘BG’ alias Budi Gunawan yang saat ini menjabat sebagai Kepala BIN,” ucap Silaen.

Lantas kenapa BG yang menjadi sosok sentral atas pertemuan dua tokoh nasional tersebut?.

Ada juga yang bilang bahwa BG dapat petunjuk dan arahan dari ‘ibu besar’ partai ‘moncong putih’ agar BG ambil peran sentral dalam mempertemukan kedua tokoh tersebut. Mengapa demikian, karena BG disinyalir akan duduk sebagai salah satu menteri dalam kabinet indonesia kerja periode kedua jokowi- ma’ruf.

Menurut amatan aktivis KNPI ini, bahwa BG sedang dipersiapkan menjadi sosok penerus kepemimpinan pasca jokowi selesai. Sejatinya bahwa kedepan ini partai moncong putih belum ada kader yang sekuat figur jokowi. Karena itu sedang dicoba diinisiasi sejak dini untuk melihat bursa ditengah cairnya koalisi parpol menuju 2024.

“Jadi partai moncong putih sedang menggadang-gadang kaban intelijen ini masuk pusaran politik praktis. Ini tidak terlepas karena BG ini mantan ajudan sang ibu besar. Wajar saja BG ini jadi kepercayaan Ibu besar karena BG merupakan ‘jenderal manis’ buat sang bos,” papar Ketua Umum Generasi Muda Republik Indonesia (GEMA-RI).

Selanjutnya, apakah ada deal-deal yang sedang dimainkan oleh BG kedepan?! No body knows! Tapi sebagai mahkluk politik maka semua orang akan mencoba kait-kaitkan menuju 2024. Sebab pilpres 2024 ini adalah tarung bebas sebab tidak ada petahana yang maju. “Kenapa Jokowi gandeng Maruf dalam rangka itu juga agar kedepan ini tidak ada petahana yang maju,” urai Silaen membaca peta politik kedepan.

“Apakah BG nantinya akan berpasangan dengan prabowo?. Itu juga bisa jadi kemungkinan, sebab dipolitik itu semuanya bisa saja mungkin. Politik itu dinamis, ini perlu ditelisik sejauhmana pergerakan dilapangan politik. Melihat mimik yang terpancar dari prabowo bahwa ia masih menyimpan mimpi menjadi RI1. Hal itu terlihat dari gesturnya,” ungkap mantan Ketua Bidang DPP KNPI ini.

“Meski idiom ‘belanda masih jauh’ namun untuk urusan terkait ajang Pilpres 2024 itu bisa saja sudah dekat melihat luasnya nusantara ini, jadi perlahan tapi pasti bahwa argo politik sudah mulai berjalan,” tegas Silaen Wakil Sekretaris Majelis Pemuda Indonesia DPP KNPI ini mengakhiri.

Pewarta : Agung

GTV

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.