Menelaah Siapa Saja yang Makar?

Foto : Suta Widhya

WARTALIKA.id – Adalah Damien Kingsbury yang dikenal di Indonesia saat masa konflik Timor Leste dan Aceh. Dan dalam dua hari ini mendadak jadi pembicaraan luas. Hal itu dipicu tuduhan Ketua Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD), Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, yang menduga Kingsbury terlibat dalam gejolak di Papua.

“Kecurigaan Kiki atas profesor bidang Politik Internasional Deakin University, Melbourne itu, saat menghadiri konferensi di Australia tentang International Force for East Timor pada September 2014 patut ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dan intelijen negara,” kata Ketua Presidium Ikatan Polisi Mitra Masyarakat Indonesia (IPMMI) Suta Widhya SH, Selasa  (3/9) pagi.

Baca Juga :

Menurut Kiki yang berbicara di kantor PPAD Jakarta Desember tahun lalu, kata Suta dalam konferensi itu Kingsbury menyatakan telah memiliki dokumen kebijakan Presiden Joko Widodo tentang Papua. Namun Kingsbury tidak mau menunjukkannya saat diminta Kiki.

“Tentu saja tuduhan Kiki tersebut sebetulnya bukan hal baru. Bukankah Sri Bintang Pamungkas juga pernah mengungkapkan, di dalam Konferensi Interfet itu Kingsbury mengatakan bahwa dirinya sudah mendapatkan Proposal Referendum Papua yang dibuat oleh Mr. Jokowi?” tanya Suta keheranan.

“Mengelola negara tidak bisa seenaknya. Perlu sikap yang linier tidak zig-zag dan penuh tanggung jawab. Sebab peningkatan sumpah jabatan juga bisa dillasifikan sebagai makar terhadap Konstitusi, UUD’45 asli,” pungkasnya. [PR]

Pos terkait