Ada Apa Antara Megawati dan Surya Paloh, Apakah Gimik?

Samuel F. Silaen
Foto : Samuel F. Silaen

WARTALIKA.idPolemik timbul gara-gara tangkapan mata kamera para awak media elektronik saat pelantikan Anggota DPR RI, Selasa (1/10/2019) di Senayan, Jakarta, ada-ada memang ulah para kameraman itu. Mungkin ini bukan juga unsur kesengajaan dari mata kamera dalam menangkap momen yang begitu mengundang polemik saat ini.

Megawati Soekarnoputri Mantan Presiden Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan sungguh pasti tidak menyadari momen-momen itu. Dia baru menyadari ketika jadi viral di medsos,” kata Silaen dalam keterangan persnya kepada awak media di Jakarta. Rabu (2/10/2019).

Baca Juga :

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana) Samuel F Silaen, mengatakan sulit ditepis, ada keretakan diantara kedua tokoh bangsa ini, pesan moral kepada elite-elite negeri ini agar mengubah tampak depan dalam berpolitik yang negarawan. Meski tidak ada yang ideal dan sempurna dari sisi kemanusiaan itu sendiri.

Ketua Umum NasDem Surya Paloh menanggapi soal momen Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang melengos tak menyalaminya di pelantikan anggota DPR/MPR kemarin. Sikap kedua tokoh bangsa yang tertangkap kamera awak televisi saat pelantikan Anggota DPR di Senayan.

“Apapun tampilan elite parpol negeri ini akan selalu saja disorot oleh publik melalui media sebagai pilar ke empat demokrasi,” papar Silaen mantan aktivis organisasi KNPI ini.

Seperti diketahui, momen dinginnya hubungan Megawati dan Surya Paloh tertangkap kamera dalam acara pelantikan anggota DPR/MPR, Selasa (1/10). Seperti dilihat dalam potongan video yang ramai dibagikan di media sosial, Megawati disorot kamera saat sedang berjalan di wilayah VIP di dalam Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen. Orang-orang yang dilewati Megawati berdiri dan menyalami Presiden RI ke-5 itu.

Namun sungguh ironi jika sesama elite saja kelihatan tidak begitu harmonis. Dulu dan kini memang sudah jauh berbeda. Sebab mungkin dulu IT tidak secanggih sekarang, ini kemajuan menjadi polemik karena IT belum secanggih sekarang. Kamera sekarang dapat menangkap objek yang cukup jauh.

“Menurut hemat saya, ada baiknya berhati-hatilah para kaum berdasi para wakil rakyat yang terhormat didalam menampilkan diri ditengah sorotan publik yang diwakilkan oleh para pemburu berita. Saatnya para kaum berdasi lebih ‘awareness’ disemua sikap dan perilakunya didepan publik,” pungkasnya. [PR]

Pos terkait