Ratna Juwita : Perpres 40 Tahun 2016 Hingga Kini Masih Jadi Polemik

  • Whatsapp
Anggota Komisi VII DPR RI, Ratna Juwita
Anggota Komisi VII DPR RI, Ratna Juwita

WARTALIKA.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Ratna Juwita mengatakan Peraturan Presiden (Perpres) No. 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi. Dari pemaparan Dirut PT PGN, penetapan harga-harga gas bumi untuk kebutuhan industri sebesar 6 dolar Amerika Serikat (AS) per MMBtu dalam Perpres tersebut sangat memberatkan PT. PGN itu sendiri.

Perpres tersebut hingga kini masih menjadi Polemik. Di satu sisi PT PGN mengatakan berat dengan harga tersebut bahkan jika tetap di harga tersebut B to B (Business to Business) nya PT PGN akan terhambat.

Bacaan Lainnya

Namun, di sisi lain banyak Industri yang mengeluhkan harga gas. Di mana, sebagai Indonesia sebagai negara produsen tapi harga gasnya masih di atas negara lain, Malaysia misalnya hanya 4,5 dolar per MMBtu.

“Kalau memang dulu, saat ditetapkan Perpres tersebut tidak mempertimbangkan aspek-aspek semacam ini. Waktu duduk bersama yang dibahas apa? Jika selama ini PGN merasa berat dengan Perpres tersebut karena biaya produkisi dan keuntungan yang tidak signifikan, apa sudah ada inisiasi untuk merevisi Perpres tersebut? Artinya bisa menghasilkan win-win solution, di mana harga yang ditetapkan kemudian bisa diterima secara menyeluruh. Masyarakat dan industri tidak terberati, dan PGN pun tidak berat atau merugi,” tandas Ratna Juwita.

Menjawab hal tersebut, Direktur Keuangan PT PGN Arie Nobelta Kaban mengakui, dari beberapa diskusi internal dan hasil analisa PT PGN, diketahui bahwa salah satu penyebab menurunnya saham PGN memang pemasalahan harga, di mana pemerintah meminta di plan gate 6 dolar AS per MMBtu. Hal itu kemudian membuat sentimen negatif pada saham PGN.

Oleh karena itu, pihaknya akan mencoba mengkomunikasikan dengan investor dalam bentuk beberapa pertemuan untuk memberi informasi yang berimbang.

“Artinya, sebenarnya sampai saat ini belum ada keputusan final bagaimana penerapan 6 dolar per MMBtu di plan gate customer,” terang Arie.

Pos terkait