Sekjen PBNU Tolak WNI Eks ISIS Dipulangkan

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB dan Sekjen PBNU Helmi Faisal Zaini
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB dan Sekjen PBNU Helmi Faisal Zaini

WARTALIKA.idSebanyak 600 Warga Negara Indonesia (WNI) di Timur Tengah yang sempat bergabung dalam kelompok teroris Islamic State Iraq Suriah (ISIS) akan dipulangkan ke Tanah Air. Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama Fachrul Razi.

Dalam kesempatan ini WARTALIKA.id mencoba mewawancarai terkait kepulangan WNI eks ISIS kepada Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB dan Sekjen PBNU Helmi Faisal Zaini menyampaikan sikap menolak kepulangan WNI ex ISIS dengan alasan bahwa tidak cukup menyakinkan alasan bahwa kepulangan mereka itu tidak menimbulkan suatu potensi-potensi terutama dalam suatu organisasi gerakan-gerakan teroris apalagi suatu pilihan sikap politik mereka menjadi kombatan ISIS itu adalah suatu bagian dari suatu pilihan idiologis.

Baca Juga :

“Maka untuk itu kami mendukung langkah pemerintah yang juga menyampaikan menolak, mengingat para pelaku yang mereka sudah melakukan gerakan selama 6 bulan di berbagai negara terutama di Suriah mereka sendiri sudah menyatakan membakar paspor mereka, dan kita tahu geraka gerakan ISIS itu melakukan teror pembunuhan bahkan melakukan pemerkosaan kalau kita lihat dari pergerakan,” ujar Helmi saat diwawancarai oleh WARTALIKA.id di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2020)

Dia juga menerangkan maka dari itu kita khawatir justru dengan alasan masuknya WNI ex ISIS tersebut maka nanti nya akan mengorbankan 260 juta jiwa, keadaan dan situasi di Indonesia yang sudah nyaman harmoni membangun toleransi.

“Itu menjadi urusan dari pemerintah sendiri seperti apa, tapi dari PBNU sendiri melihat dan punya prinsip inovasif dan juga solid, menolak kerusakan itu lebih diutamakan daripada mengambil manfaat ini prinsip,” imbuh Helmi

Menurut Sekjen PBNU itu mengatakan kami juga melihat dari segi segi negatifnya kita hitung jauh lebih banyak, itu yang kami sampaikan sikap tegas menolak kembalinya kombatan dan mereka yang sudah benar benar melakukan kontak senjata.

“Pernyataan PBNU tentu menjadi sikap resmi dari kami, sekarang yang selama ini kita usung soal membangun perdamaian. Pada saatnya nanti kami akan melayangkan surat resmi secepatnya, dan sejauh mana nanti pemerintah selama ini komunikasi sudah berjalan. Akan tetapi pasti kami secepatnya memberikan pernyataan resmi kepada pemerintahan,” tandasnya

Pos terkait