Johan Rosihan Ungkap 8 Alasan Anggaran Kementan Tidak Perlu Dikurangi

  • Whatsapp
Johan Rosihan
Johan Rosihan
HARI LAHIR PANCASILA

WARTALIKA.idAnggota Komisi IV DPR RI, H Johan Rosihan menyampaikan argumentasi pada saat rapat kerja secara virtual komisi IV dengan Menteri Pertanian pada Hari Selasa, tanggal 7 April 2020 yang membahas tentang Refocusing kegiatan dan realokasi anggaran untuk memenuhi ketersediaan pangan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Dalam argumentasi yang disampaikan Johan berkenaan dengan alasan anggaran Kementan yang tidak perlu dikurangi dalam percepatan penanganan wabah Covid-19 sebagai respon dari adanya Peraturan Presiden (Perpres) No. 54/2020 tentang perubahan postur dan rincian APBN tahun anggaran 2020. Pada Perpres tersebut, terjadi perubahan anggaran Kementan dari Rp 21 Triliun menjadi Rp 17,4 Trililun.

Bacaan Lainnya

Idul Fitri 1441 H

“Bahwa salah satu aspek penting dari percepatan penanganan wabah Covid-19, selain aspek kesehatan adalah aspek ketahanan pangan, yang meliputi ketersediaan pangan, distribusi pangan dan konsumsi pangan,” terang Johan Politikus PKS dalam keterangan rilis kepada wartalika.id di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Lanjut Politikus PKS itu menegaskan Kementerian Pertanian adalah kementerian teknis yang bertanggung jawab penuh dalam menjaga dan mewujudkan ketahanan pangan dalam situasi pandemic Covid-19 ini, jadi diperlukan supporting anggaran yang memadai untuk hal tersebut.

Diperlukan antisipasi akibat kejadian pandemic Covid-19, terutama antisipasi ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok nasional selama tahun 2020 ini. Bentuk antisipasi yang penting dilakukan adalah menggenjot angka produksi komoditas pangan di dalam negeri dan tidak tergantung kepada realisasi impor, terutama untuk komoditas bawang putih, daging sapi/kerbau dan gula pasir. Diperlukan support anggaran untuk menggenjot angka produksi komoditas pangan tersebut agar tercipta ketahanan pangan dalam situasi darurat kesehatan seperti sekarang ini.

Anggota Komisi IV FPKS mencontohkan stok beras di Bulog pada akhir Februari 2020 lalu berjumlah 1.650.916 ton sehingga untuk mengantisipasi gejolak pangan dalam situasi pandemic wabah ini diperlukan peningkatan produksi beras yang bisa mencapai angka 15 juta ton.

“Bahwa dalam situasi wabah Covid-19 ini, Kementan perlu segera mendorong dan mempercepat program bantuan sarana produksi seperti alat dan mesin Pertanian, benih/bibit, pupuk, pakan ternak, obat hewan/vaksin dan sarana produksi lainnya ke masyarakat petani untuk segera meningkatkan produksi pangan bagi kebutuhan 267 juta penduduk Indonesia. Jangan sampai pengurangan anggaran Kementan mengganggu kelancaran produksi pangan tersebut,” ungkap Johan.

Legislator asal Sumbawa ini juga memaparkan bahwa Kementan perlu segera mengakselerasi produksi Pertanian, khususnya melalui kegiatan padat karya dengan mempekerjakan para tenaga kerja yang kehilangan penghasilan akibat dampak ekonomi dari pandemic Covid-19. Kementan juga perlu segera mendorong kelancaran distribusi bahan pangan pokok seperti beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam, telur ayam, gula pasir dan minyak goreng dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakat dan peningkatan perolehan devisa pada situasi darurat Covid-19 ini.

Selanjutnya Johan menjlaskan bahwa Kementan memiliki peran menjaga stabilisasi harga pangan kebutuhan pokok masyarakat serta melindungi konsumen dari tingginya harga pangan pada saat terjadinya wabah Covid-19.

Anggota DPR ini mengingatkan bahwa Stabilisasi harga pangan merupakan unsur penting bagi stabilitas ekonomi nasional, kementan dengan anggaran yang sudah ada akan focus pada perlindungan dan pemberdayaan petani dari sisi produsen untuk memperoleh kepastian pasar dan kemudahan akses pangan dari sisi konsumen.

“Bahwa anggaran yang sudah ada dibutuhkan untuk pengamanan ketersediaan pangan yang meliputi pemantapan ketersediaan, stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok serta transportasi/angkut distribusi pangan demi menjaga kondisi masyarakat yang kondusif di tengah merebaknya wabah Covid-19 di banyak wilayah di tanah air,” tandas Johan.

Pos terkait